Siti Nur Azizah, Meramu Strategi Politik Kacang Sangrai

Siti Nur Azizah

BERITABETA.COM – Tampil sebagai calon kontestan di pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung, tentunya memerlukan banyak cara dan strategi yang harus dimainkan oleh setiap figur.  

Tentunya apa saja bisa dilakukan untuk mendekatkan figur dengan pemilih. Terutama memenangkan hati rakyat dengan potensi yang dimiliki. Inilah yang dilakukan Putri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah menuju Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Azizah melihat peluang yang berbeda. Kota Tangsel yang memiliki beragam potensi penganan yang selama ini belum gencar dipromosikan, menjadi salah segman yang dimainkan. Dan pilihan yang diambil adalah mempromosikan kacang sangrai.

Promosi kacang sangrai itu dilakukannya perempuan kelahiran Jakarta, 5 September 1972 ini sembari bergerilya melakukan konsolidasi politik.

“Kedatangan saya dan rombongan ke sini adalah untuk bersilaturahmi, saling sapa untuk menyukseskan rencana pesta demokrasi di Tangsel. Saya juga membawa buah tangan berupa kacang sangrai, salah satu makanan khas dari Tangsel. Camilan ini merupakan olahan warga, UMKM di Kranggan, Setu,Tangsel,” kata Siti Nur Azizah, saat bersosialisasi dengan warga di Serpong seperti dikutip Okenews, Sabtu (23/11/2019).

Putri Ma’ruf Amin dari pernikahan pertamanya dengan Siti Churiyah (alm), bakal meramaikan bursa calon Walikota Tangerang Selatan 2020-2025. Dan promosi kacang sangrai ini, kata Azizah, sebagai salah satu bagian dari rencana aksi bakal calon Wali Kota Tangsel.

“Promosi kacang sangrai ini bagian dari program Permata Tangsel, yakni KiTa (Kios Permata). Yang fokus untuk mendorong ekonomi kerakyatan dengan mengangkat produk lokal agar perekonomian masyarakat tumbuh,” imbuhnya.

Azizah juga mengatakan, Pilkada Tangsel harus meriah layaknya makan kacang sangrai. “Hendaklah kita pandai-pandai mengupas kulitnya guna mendapatkan isinya. Janganlah kita memakan kulitnya, karena kita akan menemukan kesulitan setelahnya. Kita harus bekerja untuk menemukan isinya, lalu mengunyahnya. Di situlah faedah akan kita temukan,” jelasnya.

Soal langkah politiknya yang telah mendaftar di beberapa parpol, Azizah juga mengibaratkan dengan kacang yang sedang disangrai agar semakin matang. Di mana, komunikasi politik dengan parpol pengusung terus dilakukan guna mendapat respons yang dinamis.

“Saya juga sudah mulai mencoba melakukan kupasan-kupasan kulit kacang untuk menemukan isi dengan mendatangi mereka yang terpinggir dari pembangunan di Tangsel selama ini. Kampung demi kampung, kelompok sosial demi kelompok saya serap aspirasinya,” ucapnya.

Masih seperti mengkonsumsi kacang sangrai, berbagai problematika di Tangsel menurut Azizah sudah mulai dikunyahnya setelah ia mendengar dan melihat langsung dari hasil blusukan ke beberapa lokasi.

“Sebagian isi kacang sudah mulai kami kunyah. Masalah-masalah yang ditemukan sudah mulai kami rumuskan. Program demi program mulai dimatangkan dan dijalankan. Di antaranya adalah mengangkat produk lokal kacang sangrai, yang selama ini ditinggalkan,” ulasnya.

Ia pun mengatakan, segalanya hanya tinggal menunggu momentum, seperti menguyah kacang sangrai, hanya tinggal meningkatkan intensitas kunyahan, hingga akhirnya bisa menikmati secara aman.

“Dari situ saya berharap bisa menemukan substansi dari politik, berupa keberpihakan pada mereka yang ditinggalkan. Sehingga bagi saya, politik seperti makan kacang sangrai,” pungkasnya.

Karir Azizah

Azizah saat ini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik di Kementerian Agama. Dia adalah doktor di bidang hukum. Ia pun aktif di berbagai organisasi sejak menjadi mahasiswa.

Semasa kuliah Azizah tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Selain sebagai pejabat di Kemenag, ia juga memegang posisi penting sebagai wakil sekretaris Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Bendahara di Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU (LPBHNU). Ia juga menjadi anggota komisi di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan wakil ketua umum DPP Persatuan Dosen Republik Indonesia (PDRI).

Azizah mendapatkan gelar sarjana hingga doktor di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Krisna Dwipayana Jakarta. Ia pernah mewakili Kemenag dalam beberapa kegiatan di tingkat internasional. Pada 2008, ia dipercaya melakukan promosi usaha halal Indonesia dalam kegiatan IMT-GT di Selangor, Malaysia. Ia mempresentasikan Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH) di forum tersebut.

Azizah mendapatkan dukungan pertamanya dari pegawai Kemenag yang banyak bermukim di Bambu Apus, Tangsel untuk maju sebagai calon wali kota Tangsel. Apalagi di wilayah tersebut ia juga bermitra dengan salah satu perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag, yakni UIN Syarief Hidayatullah, Ciputat.

Meski telah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Pilwalkot Tangsel 2020, belum ada kabar soal partai politik mana yang akan dipilih sebagai kendaraannya. “Belum ada obrolan dengan partai manapun soal pemilihan Wali Kota Tangsel,” kata Azizah seperti dikutip Tempo.co, Jumat (26/7/2019).

Meski begitu, Azizah mulai memasang berbagai baliho dan spanduk di beberapa titik di Tangsel untuk mendukung rencana pencalonannya. Salah satu spanduk menampilkan foto Azizah yang mengusung jargon ‘Tangerang Selatan Lebih Maju’. (BB-DIO)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire