Tetty Paruntu, Bupati Modis, Cerdas dan Calon Menteri

Christiany Eugenia Tetty Paruntu

BERITABETA.COM – Senin siang (21/10/2019) kawasan Istana Presiden Jakarta menjadi pusat perhatian seantero warga di Nusantara. Seperti waktu yang dijadwalkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memperkenalkan para menteri terbarunya di Kabinet Kerja Jilid II.

Sekian lama kaum jurnalis menunggu, siapa gerangan yang akan datang, tiba-tiba dikejutkan dengan sosok perempuan cantik yang melenggang masuk ke halaman istana.

Dia adalah Christiany Eugenia Tetty Paruntu bupati Kabupaten Minahasa Selatan. Tetty Paruntu demikian bisa disapa, datang menggenakkan baju putih dan masuk ke istana sekitar pukul10.00 WIB.

Terhitung ada lima orang hingg Senin siang yang muncul di istana dan Tetty Paruntu adalah satu-satunya dari kelima sosok itu yang berasal dari kalangan politisi. Selain Tetty ada juga   Mahfud MD, Nadiem Makarim, Erick Thohir, dan Wishnutama. Kelimanya kompak mengenakan kemeja putih.

Tetty Paruntu merupakan poitikus Partai Golkar.  Dikutip dari wikipidia,  ia lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 25 September 1967. Dia menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Minahasa Selatan  pada periode 2010-2015 dan kemudian lanjut sampai periode ke dua.

Masa jabatannya akan berakhir pada 2020, dan kini namanya santer disebut sebagai calon menteri Jokowi 2019 sampai 2024.

Dikutip dari CNBCIndonesia.com, Tetty berasal dari keluarga terpandang di Sulawesi Utara. Ayahnya adalah mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi Jopie Paruntu, sementara ibunda Jenny Y Tumbuan adalah politikus dan pernah menjabat sebagai anggota DPR.

Anak Tetty, yakni Adrian Jopi Paruntu saat ini tercatat sebagai anggota DPR yang tergolong milenial. Berdasarkan data LHKPN KPK, Adrian memiliki harta kekayaan Rp 1,64 miliar.

Sebelum terjun ke politik dan menjadi Bupati Minahasa Selatan, Tetty banyak menekuni bisnis. Dia pernah menjabat Presiden Direktur PT Puspita Adhiniaga Indonesia, Presiden Direktur PT Chandra Ekakarya Pratam, dan Direktur PT Partim Indomakmur.

Sebelumnya, Tetty sempat menjadi komisaris PT Chandra Ekakarya Pratama (1999-2006) dan PT Trutama Star (2004-2009). Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang distribusi, alat-alat berat, perangkat telekomunikasi, dan perkapalan.

Tetty menyelesaikan pendidikan di SD Budi Mulia Bogor, SMP Budi Mulia Bogor, Harry Carlton Comprehensive School, Suthon Bomington – Notingham, Inggris. Setelah itu dia melanjutkan di Pitman College pada jurusan Manajemen Bisnis.

Nama Tetty, sempat disebut dalam kasus dugaan korupsi dengan terdakwa politikus Golkar, Bowo Sidok Pangarso. Tetty sempat dimintai bersaksi di sidang Tipikor. Keterangan Tetty dalam sidang itu berkaitan dengan pengajuan proposal revitalisasi pasar di Minahasa Selatan.

Pada akhir 2018 lalu, Pemkab Minahasa Selatan di bawah Tetty Paruntu melegalkan olahan fermentasi dengan Brand Cap Tikus 1978. Lokasi pemasarana pada tahap awal dilakukan di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado.

Gayanya yang modis saat mendatangi Istana Kepresidenan dengan kacamata hitam melekat di wajah, ternyata Tetty pernah  dinobatkan sebagai Best Dressed Woman oleh Lions Club International pada 2007.

Penampilannya berbanding lurus dengan kecerdasan. Saat bergabung dengan Partai Golkar, Tetty juga menjabat sebagai fungsionaris DPP Partai Golkar, merangkap Wakil Bendahara I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), hingga saat ini dipercaya partai menjadi seorang bupati.

Sebagai Bupati, Tetty juga dikenal sangat dekat dengan masyarakat kalangan bawah

Kemudian di bidang sosial kemasyarakatan, kiprah alumni Universitas Sam Ratulangi Manado ini tercatat aktif dalam beberapa organisasi masyarakat. Antara lain Eugenia Ministry, Lions Club Jakarta, dan KNPI Jakarta Selatan.

Namun di tingkat Provinsi Sulut dan sebagian wilayah Sulawesi, wanita yang juga ditunjuk sebagai Bendahara Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini sudah terbilang sudah sangat familiar.

Dia juga digadang-gadang berhasil mengembangkan Kabupaten Minahasa Selatan. Karena itulah, pemerintah pusat memberikan penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara kepada Tetty. Apresiasi tersebut diberikan karena dia dinilai memiliki perencanaan pembangunan terbaik.

Kabupaten Minahasa Selatan sendiri dikategorikan memiliki Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) terbaik se- Sulawesi Utara. Tetty pun dinilai sukses meningkatkan kualitas pembangunan daerahnya tersebut.

Salah satu kelebihan lain yang dimiliki oleh bupati cantik ini adalah dedikasi dan prestasinya di Minahasa. Sudah banyak warga dan lapisan masyarakat yang merasakan adanya kemajuan dan perkembangan yang menggairahkan di Minahasa sejak Ibu Tetty Paruntu menjabat.

Begitu banyaknya dampak positif yang diberikan selama Tetty Paruntu menjabat, membuatnya sempat dianugerahi Wanita Teladan Indonesia pada tahun 2013 lalu. Ia juga banyak menyentuh kalangan menengah ke bawah dengan aksi bakti sosial seperti Bantuan Langsung Tetty (BLT) pada Lansia, siswa dan mahasiswa, Beasiswa Cita Emang Pande (CEP), KIRAB Karang Taruna, Bedah Rumah dan sebagainya. (BB)

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire