Wander Luiz, Pemain Persib Bandung yang Positif COVID-19

Wander Luiz pemain bola asal Brazil dan juga penyerang Persib Bandung

BERITABETA.COM – Wander Luiz pemain bola asal Brazil dan juga penyerang Persib Bandung, ini menjadi pemain sepak bola pertama di Indonesia yang terjangkit virus corona (COVID-19).

Ia diyantakan positif mengidap COVID-19 setelah menjalani pemeriksaan di Graha Persib, Bandung, Kamis (26/3/2020).

Luiz pun mengumumkan dirinya positif virus corona melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (27/3/2020) malam. Meski positif virus corona, Wander Luiz tidak menjalani perawatan di rumah sakit. Striker 28 tahun itu memilih untuk mengisolasi dirinya secara mandiri di tempat tinggal pribadinya.

Mengutip bolasport.com, dokter tim Persib Bandung, Rafi Ghani, membeberkan alasan pemainnya tidak menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Rafi, Luiz tidak dirawat di rumah sakit karena dia tidak menunjukkan gejala apapun seperti demam atau batuk. Luiz hanya berstatus sebagai carrier atau orang yang membawa virus corona dan berpotensi menulari orang lain.

“Sesuai aturan, dia (Wander) akan melakukan isolasi mandiri, karena tidak mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk, flu, atau kesulitan bernapas,” kata Rafi dilansir Bolasport.com dari Tribun Jbar.

“Daya tahan tubuhnya kuat, dia hanya carrier atau pembawa virus di tubuhnya yang dikhawatirkan bisa menularkan pada seseorang yang memiliki imun tubuh lemah,” ujar Rafi pada Sabtu (28/3/2020).

Rafi pun menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab terhadap pemenuhan semua kebutuhan Wander Luiz selama masa karantina.Tim dokter Persib Bandung juga akan terus memantau perkembangan kesehatan Wander Luiz melalui video call atau sambungan telepon.

Sebelum terdeteksi positif membawa virus corona, Wander Luiz sempat berlibur ke Bali setelah menjalani pekan ketiga Shopee Liga 1 2020. Sekembalinya dari Bali, Luiz juga sudah berlatih bersama para pemain Maung Bandung.

Cerita Wander Luiz Direkrut Persib

Pria bernama lengkap Wander Luiz Queiroz Dias, lahir 17 Februari 1992 di Espírito Santo, Brazil, direkrut Persib Bandung pada 11 Februari lalu dari klub Vietnam, Binh Duong.

Wander diumumkan tidak lama sebelum pengumuman Geoffrey Castillion yang akan menjadi tandemnya di Liga 1 2020. Mereka berdua akan menggantikan posisi Ezechiel N’Douassel dan Kevin Kippersluis.

BACA JUGA:  Ezra Walian, Gagal Bela Timnas U-23 Indonesia

Striker berusia 28 tahun itu sempat membela tiga tim di Brasil, namun tidak satupun tim yang bermain di divisi tertinggi. Ia akhirnya mencari tantangan baru di Vietnam pada tahun 2017 kala merapat ke Long An.

Ia sempat dua kali pindah ke sesama tim Vietnam sebelum akhirnya membela Binh Duong musim lalu dan finis di urutan lima dari total 14 tim.

Musim lalu Wander bermain sebanyak 32 kali di berbagai kompetisi dengan catatan 11 gol dan empat asis. Ia tampil kala menghadapi Persija dan PSM Makassar di ajang AFC dengan torehan satu gol untuk masing-masing wakil Indonesia tersebut. Jika Castillion bisa memberikan variasi serangan untuk Persib, bagaimana dengan Wander?

Kelebihan

Wander memiliki kemampuan menyundul yang baik. Dari total 11 gol, empat di antaranya dihasilkan lewat tandukan kepala. Dari total 98 tembakan, 36 di antaranya lahir dari sundulan, artinya lebih dari sepertiga tembakan Wander dihasilkan melalui kepala.

Secara postur, Wander memiliki tinggi badan 180 cm, tentunya di atas rata-rata pemain Asia. Namun kualitas sundulannya bukan otomatis berasal dari postur. Penempatan posisi, membaca bola di udara, penempatan waktu kapan melompat, dan teknik mengayunkan kepala yang baik menjadi kekuatan utama Wander dalam menyundul bola.  Hasilnya, Wander bisa mengancam gawang lawan meski berada di posisi yang jauh untuk ukuran menyundul.

Kepala Wander tak hanya digunakan untuk mengancam lawan secara langsung. Ketika ia mendapat bola lambung, Wander mampu memenangkan duel udara dan memantulkan bola ke pemain di posisi yang bagus. Soal duel udara, Wander mampu memenangkan 40% dari total duel udara, menang cukup jauh dari Castillion yang hanya mampu memenangkan 28% duel udara.

Layaknya pemain Brasil pada umumnya, Wander juga memiliki kemampuan dribel dan kecepatan yang baik. Ia mampu mendobrak pertahanan lawan kala timnya memulai serangan balik dari sepertiga lapangan sendiri untuk kemudian mengumpan kepada rekan di sayap. Wander juga bisa melewati lawan dengan trik ketika berada di ruang yang kecil. Musim lalu, ia mencatatkan 1,8 dribel per pertandingan.

BACA JUGA:  Eddy Hiariej, Profesor Hukum Termuda Asal Ambon

Kekurangan

Memiliki kemampuan menyundul yang baik merupakan poin plus yang sangat berarti untuk seorang striker, sayang sekali Wander justru tampak loyo ketika memiliki peluang yang harus diselesaikan oleh kaki.

Wander tidak jarang mendapat situasi satu lawan satu dengan kiper dan tidak jarang pula ia gagal mengakhiri peluang emas dengan gol. Dari total 59 tembakan menggunakan kaki, hanya 32% di antaranya yang tepat sasaran, berbeda jauh dengan Castillion di angka 55% soal persentase tembakan tepat sasaran kala menggunakan kaki.

Sangat disayangkan juga Wander tidak dapat membuat peluang untuk teman dari kakinya. Dari empat asis yang ia buat, hanya dua di antaranya yang dibuat menggunakan kaki. Padahal Wander memiliki kecepatan dan dribel yang baik untuk membongkar pertahanan lawan, terutama ketika serangan balik. Eksekusi umpan Wander harus ditingkatkan agar ia bisa menciptakan peluang untuk rekan setim.

Diperkirakan Robert Alberts akan memasang duet pemain asing di lini depan, Wander dan Castillion. Keduanya memiliki kelebihan yang berbeda dan dapat saling melengkapi.

Meski secara postur Castillion lebih tinggi, namun Wander lebih baik ketika duel udara. Skema klasik Persib yaitu umpan lambung dapat digunakan, tentu saja tujuannya ke Wander, bukan Castillion.

Keduanya bisa menahan bola dan melewati lawan sebelum mengumpan ke gelandang atau sayap yang bergerak menusuk. Mereka sama-sama bisa menarik lawan dan membuat ruang kosong di pertahanan lawan yang bisa dimanfaatkan oleh sayap dengan kecepatan tinggi seperti Febri Haryadi dan Frets Butuan.

Castillion memiliki postur 190 cm dan Wander berasal dari Brasil, mudah bagi banyak orang untuk merasa bahwa Castillion berperan sebagai target man dan Wander bertugas mengacak-acak pertahanan lawan. Jika lawan tidak menganalisis pemain Persib dengan baik, mereka bisa dikelabui dengan mudah.

BACA JUGA:  “King of Krakatoa”, Tukirin yang Membanggakan Indonesia

Castillion bisa diberikan kebebasan bergerak dan Wander bisa tetap berada di kotak penalti untuk menyambut umpan silang atau umpan lambung. Lawan mungkin merasa bahwa Wander tidak lebih berbahaya di udara daripada Castillion, padahal kenyataannya adalah sebaliknya.

Soal adaptasi, Wander seharusnya bisa cepat menyesuaikan diri mengingat ia sudah bermain di Vietnam sejak 2018. Perbedaan kultur sepakbola maupun lingkungan dan cuaca Indonesia dan Vietnam tentu tidak se-ekstrem Indonesia dan Eropa. Wander juga sudah menjajal perlawanan tim Indonesia yaitu Persija dan PSM pada AFC 2019 lalu.

Ancaman

Wander bukan tipe striker murni yang bisa mencetak gol banyak. Musim lalu, rata-rata ia membutuhkan 264 menit untuk mencetak gol. Kalah cukup jauh dari Castillion dengan 153 menit per gol dan pendahulunya, Eze dengan 147 menit per gol. Para bobotoh tentu saja berharap pundi-pundi gol mengalir deras dari ujung tombak Persib, namun kemampuan utama Wander bukan mencetak gol.

Ia harus membuktikan bahwa ia bisa memberikan kontribusi selain mencetak gol. Robert juga harus bisa memfasilitasi Wander agar ia tidak dianggap transfer gagal karena minim gol dan terpaksa dilepas di pertengahan musim.

Ia juga harus bisa menunjukkan kualitas terbaiknya secepat mungkin. Bisa jadi Wander tidak akan menjadi pemain utama jika ia gagal tampil impresif di awal musim Liga 1 2020 mengingat Robert memiliki pemain lain yang bisa bermain sebagai second striker seperti Zulham Zamrun, Ghozali Siregar, dan Beni Oktovianto. Wander harus berkompetisi dengan sejumlah pemain lokal tersebut agar mendapat tempat utama di Persib.

Melihat cara bermain termasuk kelebihan dan kekurangan Wander, ia bisa menjadi tandem striker yang cocok dengan Castillion. Wander bisa diandalkan di udara dan mengacak-acak pertahanan lawan, sementara Castillion bisa memecah shape lawan dan mencetak gol dengan kakinya.

Kombinasi kedua striker asing tersebut bisa membuahkan banyak gol untuk Persib jika Robert berhasil meracik skema yang bisa memaksimalkan kemampuan Castillion dan Wander. (BB-SK)

Disadur dari berbagai sumber

Mitra Kami

Asosiasi Media Siber Indonesia

PR Newswire