Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang  saat memberikan keterangan pers terkait penambahan dua pasien positif di Maluku, Senin (13/4/2020)
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang saat memberikan keterangan pers terkait penambahan dua pasien positif di Maluku, Senin (13/4/2020)

BERITABETA.COM, Ambon – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang  kembali mengumumkan penambahan dua kasus positif coronavirus disease (Covid-19) di Maluku, Senin (13/4/2020).

Penambahan dua kasus baru ini merupakan hasil tracing (pelacakan) terhadap pasien 02, yang kini menjalani isolasi di RST dr. Latumeten, Ambon, sehingga total jumlah kasus positif  menjadi 14 orang.

Kedua pasien tambahan merupakan cucu dari pasien 02 yang masih remaja. Total sementara dari pasien 02 telah terpapar lima orang positif Covid-19.

“Hari ini kita penambahan terkonfirmasi 2 orang lagi yang positif. Ini sebagai hasil tracing dari pasien 02 yang kita sebut kemarin, ibu berumur 74 tahun. Jadi, pasien 02 terkonfirmasi hasil tracing menjadi 5 orang. 2 orang ini kita bawa untuk dirawat,” kata Kasrul, dalam keterangan pers di Kantor Gubernur Maluku, Senin sore (13/04/2020).

Pasien 02, masih terus dilakukan tracing lantaran yang bersangkutan telah berinteraksi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Pasien ini orang Ambon dan pasti telah berinteraksi dengan lingkungan dan keluarga jadi masih terus di tracking,” jelas Selang.

Terkait keputusan lakukan isolasi terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dirawat di Balai Diklat, Selang menjelaskan, pasien yang dirawat di Balai Diklat milik Pemda Maluku merupakan pasien yang tidak memiliki gejala awal atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Keputusan atau strategis tersebut, tambahnya, untuk mengantisipasi jumlah yang akan masuk rumah sakit rujukan yakni RSUD dr. Haulussy atau RS yang lain.

Menurutnya, ketersediaan ruangan khusus untuk isolasi pasien terpapar Covid-19 pada rumah sakit rujukan di Kota Ambon cukup terbatas.

Bukan itu saja, tim medis juga sangat sedikit, sehingga strategi yang diterapkan adalah pasien yang sudah positif namun tanpa gejala dan keluhan, serta keluhan ringan tergantung rekomendasi tim medis maka akan dirawat di diklat baik di LPMP maupun diklat lainnya milik Pemda Maluku.

“Kita telah merubah ruangan di Diklat menjadi ‘Rumah Sakit,’ kita punya 14 dokter dan tim medis serta relawan yang telah siap, kemarin kita buat OJT buat mereka,” jelas Selang.

Dikatakan, meskipun positif terpapar Covid-19, tapi 80 persen pasien yang diserang bisa sembuh, ini sesuai pengalaman selama ini.

Pasien ini lanjutnya, tidak langsung dibawa ke rumah sakit karena ‘tidak membutuhkan penanganan khusus’ misalnya pemasangan ventilator, infus, mereka cukup dirawat, diberi vitamin dan istirahat ditambah dukungan semua pihak yakni psikososial maka imunitasnya akan meningkat.

Saat ini, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Maluku sebanyak 9 orang yang tersebar pada Kota Ambon 4 orang, Kabupaten Buru dua Orang, Bursel satu orang, Kota Tual satu orang dan Malra satu orang.

Untuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP) saat ini masih tetap 131 orang, yang tersebar dibeberapa kabupaten/kota, antara lain untuk Kota Ambon 43 orang, Maluku Tengah dua orang, SBB enam orang, SBT lima orang, Buru 54 orang, Bursel dua orang, Malra dua orang, Kota Tual tiga orang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) enam orang, serta Kepulauan Aru tujuh orang (BB-DIO)