Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meikal Pontoh
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meikal Pontoh

Kadinkes : 3 Tenaga Medis Positif, 22 RDT Reaktif

BERITABETA.COM, Ambon – Jumlah  pasien positif Covid-19  di Maluku telah bertambah menjadi 36 kasus. Dari empat  kasus  tambahan terkonfirmasi positif, Kasus 35 inisial DHS  yang telah meninggal 7 April 200 lalu menjadi perhatian serius.

Pasien ini dirujuk dari Seram Bagian Barat (SBB) ke di RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Kasus  35 masuk rumah sakit bukan dengan gejala Covid-19, tetapi  gagal ginjal, sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meikal Pontoh mengungkapkan, hasil  rapid test  almarhum  ternyata negatif.  Alhasil,   jenazah almarhum  dipulangkan ke SBB untuk dimakamkan oleh pihak keluarga tanpa protokol covid-19.  Namun dari hasil uji swab yang baru diterima  10 April, hasilnya positif corona.

“Kecolongan bisa iya bisa tidak. Karena hasil swab-nya terlambat dari Jakarta. 5 hari setelah meninggal hasil swab-nya baru datang. Jadi almarhumah meninggal di RSUD Haulussy dan statusnya waktu itu ODP,” tandas Meikal Pontoh saat memberikan keterangan pers di kantor Gubernur Maluku Ambon, Senin (11/5/2020) didampingi Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang.

Kadis menjelaskan, almarhum DHS masuk RS bukan dengan gejala Covid, tapi gagal ginjal. 22 April diperiksa RDT, hasilnya negatif. Sehingga tidak terlapor. Dalam perjalanannya, pasien tersebut meninggal 7 Mei, dibawa pulang ke SBB untuk pemakaman biasa. Tetapi sebelum meninggal sempat dikonsultasikan ke bagian paru karena sesak nafas, ternyata suaminya pernah ke  Jakarta sebulan lalu dan hasil swab (almarhumah) tiba tanggal 10 dan hasilnya positif.

“Riwayat kontak atau perjalanan almarhumah diakuinya sudah ditanyakan, namun ternyata yang bersangkutan tidak jujur. Belakangan baru diketahui kalau suaminya itu pernah ke Jakarta bulan lalu,”bebernya.

Terhadap insiden kecolongan ini kata Pontoh,  dipastikan kerja ekstra untuk proses tracing karena jenazah almarhum dipulangkan ke SBB untuk pemakaman tanpa protokol covid-19.

“Akan ada kerja ekstra karena akan dilakukan tracing terhadap semua orang yang terlibat dalam proses pemulangan jenazah, dokter maupun medis yang tangani hingga orang-orang yang ikut dalam proses untuk pemakaman di SBB,”terangnya.

Proses tracingnya sendiri kata Pontoh sudah mulai dilakukan Senin.

“Mulai sekarang dilakukan tracing bagi keluarga semua yang terlibat, mulai tracing,”tandasnya.

22 Tenaga Medis dan Administrasi Positif Rapid Test

Pada kesempatan tersebut, Pontoh juga mengakui jika di RSUD dr. Haulussy Ambon setidaknya ada 22 tenaga medis dan pegawai administrasi yang positif berdasarkan pemeriksaan rapid diagnostic test.

Sementara untuk jumlah tenaga medis maupun semua pegawai di RSU dr Haulussy yang sudah dirapid kata Pontoh jumlah mencapai seratus orang lebih dan hasilnya 22 yang positif rapid test.

Tidak hanya itu saja, Pontoh juga membeberkan jika 3 perawat di rumkit milik Pemda Maluku itu juga sudah dinyatakan positif terpapar virus corona. 3 perawat itu sudah diumumkan status kasusnya. Mereka adalah kasus 26 seorang perempuan inisial MM (41), 27 inisial UM juga seorang perempuan (28) dan 28 juga perempuan inisial D (23). ‘Mereka saat ini menjalani perawatan di RSUD termasuk yang positif rapid test,”sebutnya.

Olehnya itu kata Pontoh, saat ini, RSUD dr, Haulussy sudah menutup pelayanan IGD selama 14 hari terhitung mulai Senin 11 Mei (BB-DIA)