John Herdman, Harapan Baru Timnas Indonesia
BERITABETA.COM – Teka-teki siapa yang bakal didepuk menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia pasca hengkangnya Patrick Kluivert, akhirnya terjawab sudah.
PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia senior dan U-23. Penetapan Herdman ditetapkan pada 3 Januari 2026.
Herdman diharapkan bisa membawa Timnas Indonesia mengukir prestasi di ajang internasional. Ia punya prestasi dengan rekam jejak mentereng.
PSSI menilai sosok Herdman dengan kisah hidup inspiratifnya menjadi contoh nyata verachievement.
Lantas siapa sebenarnya John Herdman?
Dikutip dari Skor.id, Herdman tumbuh di Consett, wilayah industri di timur laut Inggris. Ia lahir dari keluarga pekerja keras. Kakek dan ayahnya bekerja di pabrik baja.
Lingkungan tersebut membentuk karakter dan pandangannya tentang hidup seperti nilai ketahanan, kepercayaan, dan persaudaraan yang kelak menjadi fondasi filosofi kepelatihannya.
Ia memulai karier dari bawah. Mengajar paruh waktu sambil melatih tim-tim usia muda. Pada 2001, Herdman meninggalkan Inggris menuju Selandia Baru, membawa serta istrinya, Clare, kekasih masa kecil yang telah mendampinginya sejak usia 16 tahun.
Dukungan keluarga, termasuk dua anak mereka, Lilly dan Jay, menjadi jangkar penting dalam perjalanannya.
Dari jalur inilah Herdman mencatatkan sejarah. Ia menjadi satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia.
Bersama Kanada, Herdman membangun sistem yang berkelanjutan dan melahirkan generasi baru pemain, termasuk Alphonso Davies.
Terima Pinangan PSSI
Pencaraian Tim PSSI untuk menemukan pengganti Patrick Kluivert, bukanlah hal yang muda. Apalagi disaat ini Indonesia boleh dikata terpuruk setelah gagal lolos pada kualifikasi Piala Dunia Zona Asia 2026.
Sejumlah nama pun diincar PSSI, termasuk Giovanni van Bronckhorst, mantan Kapten Timnas Belanda berdarah Maluku yang kini menjabat sebagai asisten pelatih Liverpool.
Van Bronckhorst memiliki rekam jejak mentereng dengan pengalaman internasional membawa Rangers FC ke final Liga Europa. Serta koneksi elit, dengan sempat santer dikaitkan sebagai asisten pelatih di Liverpool, yang menunjukkan kualitas taktiknya diakui di level dunia.
Selain itu, kedekatan kultural dimana dia memiliki garis keturunan Indonesia, yang diharapkan memudahkan adaptasi dengan kultur sepak bola tanah air.
Namun, Van Bronckhorst sepertinya tidak berjodoh dengan Timnas Indonesia. Padahal kabar dibidik PSSI untuk melatih Timnas Indonesia, membuat publik sepak bola tanah air begitu optimis, kehadirannya akan mampu meramu skuad Garuda dengan dominasi pemain diaspora makin mengkilap. Kabarnya, PSSI tak tak mampu memenuhi bandroll dari Van Bronckhorst yang selangit.
Sampai akhir Desmber 2025, nama Van Bronckhorst masih tetap menguat, hingga akhirnya PSSI dengan pasti mengumumkan nama John Herdman.
Herdman menerima tawaran Indonesia disebut bukan pilihan biasa. Di tengah berbagai pendekatan dari negara lain, ia justru memilih tantangan di Asia Tenggara.
“Indonesia bukan sekadar pekerjaan. Ini panggilan untuk transformasi,” kata Herdman dalam pertemuan perdananya dengan PSSI pada pertengahan Desember lalu.
Pelatih asal Inggris ini mengaku melihat potensi besar dalam sepak bola Indonesia dari gairah publik yang kuat dan kerinduan panjang akan prestasi.
Pilihan itu menegaskan bahwa Herdman mencari lebih dari sekadar kemenangan di lapangan. Ia menginginkan proyek dengan dampak sosial dan budaya yang luas.
Mantan pelatih Toronto FC tersebut memandang Timnas Indonesia sebagai kanvas untuk membangun warisan jangka panjang.
Ia dikenal sebagai arsitek yang mampu menyelaraskan pengembangan bakat dari level akar rumput hingga tim nasional, melalui konsep One Team, pendekatan yang dinilai relevan dengan keragaman budaya dan talenta Indonesia.
“Saya tidak datang untuk memaksakan budaya asing. Saya datang untuk menggali dan memuliakan budaya sepak bola Indonesia,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membangun persaudaraan di dalam tim, di mana seluruh pemain, baik lokal maupun naturalisasi, merasa dihargai dan memiliki tujuan yang sama.
“Kami akan membangun identitas Garuda yang kuat secara taktik dan tidak terkalahkan dalam semangat,” kata Herdman.
Karier Kepelatihan John Herdman
Perjalanan Herdman sebagai pelatih dimulai dengan menangani tim-tim nasional di level wanita dan junior:
2003: Mulai karier kepelatihan di akademi Sunderland AFC sebelum pindah ke Selandia Baru.
2006–2011: Pelatih tim nasional wanita Selandia Baru, membawa tim tersebut tampil di Piala Dunia Wanita FIFA dan Olimpiade.
2011–2018: Menjadi pelatih tim nasional wanita Kanada dan sukses mengantar mereka meraih dua medali perunggu Olimpiade (London 2012 & Rio 2016).
2018–2023: Mengambil alih tim nasional putra Kanada, sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022.
2023–2024: Melatih klub Toronto FC di Major League Soccer (MLS), meskipun masa baktinya di klub profesional ini hanya berlangsung sekitar satu tahun.
Rekam jejak ini membuat Herdman dianggap sebagai pelatih yang mampu membangun tim dari bawah dan membawa mereka berkembang ke level kompetitif dunia (*)
Editor : Redaksi