Selain itu, kedekatan kultural dimana dia memiliki garis keturunan Indonesia, yang diharapkan memudahkan adaptasi dengan kultur sepak bola tanah air.

Namun, Van Bronckhorst sepertinya tidak berjodoh dengan Timnas Indonesia. Padahal kabar dibidik PSSI untuk melatih Timnas Indonesia, membuat publik sepak bola tanah air begitu optimis, kehadirannya akan mampu meramu skuad Garuda dengan dominasi pemain diaspora makin mengkilap. Kabarnya,  PSSI tak tak mampu memenuhi bandroll dari Van Bronckhorst yang selangit.

Sampai akhir Desmber 2025, nama  Van Bronckhorst masih tetap menguat, hingga akhirnya PSSI dengan pasti mengumumkan nama John Herdman.

Herdman menerima tawaran Indonesia disebut bukan pilihan biasa. Di tengah berbagai pendekatan dari negara lain, ia justru memilih tantangan di Asia Tenggara.

“Indonesia bukan sekadar pekerjaan. Ini panggilan untuk transformasi,” kata Herdman dalam pertemuan perdananya dengan PSSI pada pertengahan Desember lalu.

Pelatih asal Inggris ini mengaku melihat potensi besar dalam sepak bola Indonesia dari gairah publik yang kuat dan kerinduan panjang akan prestasi.

Pilihan itu menegaskan bahwa Herdman mencari lebih dari sekadar kemenangan di lapangan. Ia menginginkan proyek dengan dampak sosial dan budaya yang luas.

Mantan pelatih Toronto FC tersebut memandang Timnas Indonesia sebagai kanvas untuk membangun warisan jangka panjang.

Ia dikenal sebagai arsitek yang mampu menyelaraskan pengembangan bakat dari level akar rumput hingga tim nasional, melalui konsep One Team, pendekatan yang dinilai relevan dengan keragaman budaya dan talenta Indonesia.

“Saya tidak datang untuk memaksakan budaya asing. Saya datang untuk menggali dan memuliakan budaya sepak bola Indonesia,” ujarnya.