Pasangan Capres – Cawapres  01 Jokowi-Ma’ruf dan Pasangan Capres –Cawapres 02 Prabowo-Sandiaga Uno.
Pasangan Capres – Cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf dan Pasangan Capres –Cawapres 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

BERITABETA.COM,  Jakarta – Survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada hari ini, Rabu, 3 April 2019 memotret suara-suara dari basis partai pendukung. Hasilnya memperlihatkan seberapa besar partai pendukung memberikan suaranya ke pasangan calon presiden dan calon wakil presiden masing-masing.

Hanya PSI yang solid memberikan dukungan 100 persen kepada  Jokowi. Uniknya, PKPI justru tidak ada yang mendukung Jokowi.  PKPI  100 persen memberi dukungan kepada Prabowo-Sandi. Padahal, partai ini sejak awal telah menyatakan mendukung Jokowi.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi, mengatakan pihaknya menemukan meski paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin masih unggul, namun basis kuatnya tak sampai angka 50 persen.

Burhanudin mengatakan dari survei itu pihaknya membagi ke dalam empat golongan yakni basis kuat pendukung paslon 01, basis kuat pendukung paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, swing voters, dan undecided voters.

“Diantara basis pendukung paslon 01 yang sudah relatif (pemilih) stabil sekitar 46,6 persen sementara basis kuat paslon 02 sekitar 29,2 persen,” kata Burhan di Kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (3/4).

Pada satu sisi, kata Burhanudin, merujuk pada hasil survei itu meski Jokowi-Ma’ruf memiliki basis pendukung kuat lebih tinggi, ia menilai masih terbuka kemungkinan setelah hari pemungutan suara, 17 April 2019, keadaan bisa berbalik.

Hal ini terjadi lantaran jumlah swings voters dan undecided voters di antara kedua paslon ini masih tinggi yakni sekitar 16,9 persen untuk swing voters dan 7,2 persen untuk undecided voters.

Selain itu, jumlah basis kuat pendukung paslon 01 yang berada di bawah 50 persen pun bisa mengakibatkan terbaliknya keadaan. “Basis kuat paslon 01 baru sekitar 46-47 persen, ini berarti masih besar kemungkinan paslon 02 berbalik pada Pemilu 17 April mendatang,” kata dia.

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka di lapangan pada periode 22-29 Maret 2019. Populasi Survei pun diambil dari seluruh wilayah di Indonesia dengan rentang usia mulai dari 17 tahun.

Populasi diambil dengan cara random atau multistage random sampling sebanyak 1220 responden. Dengan margin of error sebanyak kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan hasil survei sebesar 95 persen.

Hanya PSI yang 100 Persen Dukung Jokowi

Untuk partai-partai pendukung 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang 100 persen mendukung pasangan incumbent itu.

Sementara itu, yang lain seperti PKB dari base suara 8,8 persen sebanyak 70,2 persen mendukung. Sisanya, 23,7 persen mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan 3,6 tidak menjawab. PDIP dengan base suara 24,2 persen, sebanyak 89,2 persen mendukung pasangan yang mereka usung. Sementara itu, hanya 7,1 persen yang beralih dukung Prabowo.

Golkar pun demikian. Dari base suara 11,5 persen, sebanyak 57,0 persen dukung Jokowi, dan 39,1 persen pilih Prabowo. Nasdem dengan base 5,7 persen, sebanyak 61,5 persen dukung Jokowi dan 35,3 ke Prabowo.

Perindo, dengan base 2,6 persen suara, sebanyak 46,6 persen dukung Jokowi. Justru 52,8 persen yang malah memilih untuk mendukung Prabowo. PPP, dengan base suara 4,9 persen, sebanyak 64,3 persen dukung Jokowi, dan 33,8 persen memilih Prabowo.

PSI, dengan base 1,3 persen suara, mutlak yakni 100 persen mendukung Jokowi. Hanura, dengan base 1,3 persen sebanyak 55,5 persen mendukung Jokowi dan 44,5 persen memilih Prabowo. PBB dengan base suara 0,6 persen hanya 29,4 persen mendukung Jokowi. Mayoritas ke Prabowo yakni sebesar 70,6 persen.

Uniknya, PKPI justru tidak ada yang mendukung Jokowi. Seratus persen, mendukung Prabowo-Sandi. Walaupun, partai binaan A. M Hendropriyono dan kini anaknya, Diaz yang menjadi ketua umum, sejak lama mendukung Jokowi.

Menyikapi masalah PKPI itu, Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, hasil 100 persen PSI dan PKPI tersebut sebenarnya tidak mencerminkan suara keseluruhan.

Sebab, base suara yang sangat kecil. Kalau realisasinya, jumlah base itu hanya tiga orang kader PKPI, dan menyatakan mendukung Prabowo. “Pas diwawancarai, tiga-tiganya memilih Pak Prabowo. Bukan salah tiga orang itu,” kata Burhanuddin.

Sementara itu, partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi, justru Partai Berkarya pimpinan Hutomo Mandala Putra yang malah mayoritas mendukung Jokowi-Ma’ruf. Meskipun, base suaranya sangat kecil.

Yakni 0,8 persen, sebanyak 59,1 persen mendukung Jokowi, dan 11,0 persen yang memilih Prabowo. Sebanyak 29,9 persen tidak memberi jawaban atau merahasiakan.

Gerindra, dari base suara 11,7 persen, hanya 13,2 persen yang mendukung Jokowi. Sementara 82,2 persen tetap ke Prabowo-Sandi. PKS dari base 6,0 persen, sebanyak 24,6 persen mendukung Jokowi, dan 70,0 persen ke Prabowo. PAN, dengan base 2,2 persen, sebanyak 65,3 persen mendukung Prabowo, sementara 31,7 persen memilih Jokowi. (BB-CNN-VIVA)