BERITABETA.COM – Penyakit stroke seperti menjadi salah satu penyakit yang paling populer di masyarakat. Indonesia adalah negara dengan penderita stroke terbanyak di Asia.

Stroke merupakan suatu penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada pembuluh darah di otak. Data tahun 2014 menunjukkan, dari 1.000 orang, 12 di antaranya mengidap penyakit stroke.

Penyakit ini bisa terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah oleh plak maupun lemak darah. Penyebab lainnya bisa disebabkan pecahnya pembuluh darah akibat tekanan darah yang terlalu tinggi.

Penyebab-penyebab stroke tersebut umumnya dipengaruhi oleh gaya hidup yang tak sehat, seperti mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol, mengonsumsi alkohol, pola makan yang tak teratur, stres, dan penyebab lainnya.

Selama ini masyarakat percaya kalau penyakit stroke tidak bisa disembuhkan. Padahal, pasien stroke bisa sembuh sepenuhnya asal segera dibawa ke rumah sakit setelah terjadi serangan stroke.

Serangan stroke yang terjadi dapat terlihat dari wajah dan mulut yang miring ke samping dan kelumpuhan pada tubuh.

Menurut dokter spesialis saraf RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Mohammad Kurniawan, pasien stroke bisa sembuh total sesuai lamanya waktu ia dibawa ke rumah sakit.

“Lamanya waktu (pasien dibawa ke rumah sakit) ini tergantung pasien. Data RSCM mencatat, waktu penanganan terbaik itu golden period (periode emas) agar pasien bisa pulih,” jelas Kurniawan di Jakarta Pusa seperti dikutip liputan6.com.

Setelah serangan stroke, pasien sebaiknya datang ke rumah sakit kurang dari 4,5 jam. Sementara, data di RSCM menunjukkan kejadian yang memenuhi 4,5 jam hanya 10 persen, sedangkan 90 persen pasien stroke lainnya datang ke rumah sakit dalam waktu 24 jam atau di hari selanjutnya.

Ada juga yang mengatakan kalau stroke menyerang jantung, padahal stroke menyerang otak. Tak hanya itu, perihal pengobatan pun masyarakat banyak yang keliru.  

Menurut National Stroke Association, 10% orang yang menderita stroke hampir benar-benar sembuh. Akan tetapi, orang-orang tersebut masih memiliki gangguan yang sifatnya tidak terlalu parah seperti saat mereka menderita stroke.

Sedangkan penderita lainnya masih memerlukan perawatan khusus untuk mengatasi gangguan tersebut. Intinya, kemungkinan akan kesembuhan total memang sangat kecil. Hal tersebut dikarenakan masih banyak penderita yang memiliki cedera yang mengganggu fungsi keseharian mereka.

Faktor Penunjang Pemulihan

Selain rutin mengikuti sesi pemulihan, ternyata masih ada faktor penunjang lainnya yang membuat pengobatan ini bisa berhasil.

1. Faktor Fisik : Mulai dari seberapa parah Anda terkena stroke hingga apa saja yang sudah terkena dampaknya. Hal tersebut berperan penting dalam pemulihan stroke, untuk mengetahui lebih lanjut langkah apa yang harus dilakukan.

2. Faktor Psikologis : Faktor ini sangat berperan penting dalam proses pemulihan. Apakah Anda memiliki keinginan dari diri sendiri untuk sembuh ataukah motivasi tersebut justru kurang. Hal tersebut sangat mempengaruhi keikutsertaan Anda dalam proses ini.

3. Faktor Sosial : Selain dari diri sendiri, ternyata semangat dan motivasi dari keluarga dan teman juga tidak kalah penting. Jika Anda sudah mulai merasa lelah menjalani pengobatan, akan selalu ada orang-orang di sekitar Anda yang menyemangati dan membantu proses pemulihan stroke ini.

4. Kapan Dimulainya Pengobatan : Apabila Anda memulai pengobatan stroke lebih awal, hal tersebut sangat berpengaruh dalam proses pemulihan. Hal tersebut disebabkan ketika kita menyadari lebih awal, dokter pun dapat menganalisis dan kemungkinan besar bisa menyembuhkannya sebelum stroke menjalar ke bagian-bagian vital (BB-DIO)