BERITABETA.COM – Serangan jantung dan stroke merupakan dua penyebab kematian pada manusia yang sangat ditakutkan. Meski sama-sama dipicu oleh masalah pembuluh darah, namun jenis penyakit kardiovaskular ini banyak disalahartikan.

Kendati sama-sama mematikan, kedua kondisi medis ini pada dasarnya sangatlah berbeda.  Apa saja perbedaannya?

Dikutip dari hallodokter, stroke dan serangan jantung memang sama-sama disebabkan oleh pembuluh darah yang bermasalah. Meski begitu, area pembuluh darah yang terganggu menjadi faktor penentu seseorang berisiko mengalami serangan jantung ataupun stroke.

Pada gilirannya, hal ini memengaruhi perbedaan gejala untuk dua kondisi tersebut. Berikut beda stroke dan serangan jantung berdasarkan penyebab dan gejalanya:

Stroke

Stroke merupakan kondisi berkurangnya pasokan darah ke otak. Disampaikan dr. Dyah Novita Anggraini, berdasarkan penyebabnya, stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke hemoragik dan stroke non-hemoragik alias iskemik.

Stroke hemoragik disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak. Sementara stroke iskemik terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah di otak.

“Ketika pembuluh darah di otak tersumbat ataupun pecah, kondisi ini menyebabkan (darah yang menyuplai) oksigen tidak mengalir ke area otak. Sehingga, menimbulkan nekrosis di beberapa bagian yang terdampak,” jelas dr. Dyah.

Nekrosis merupakan kondisi cedera yang mengakibatkan kematian dini pada sel maupun jaringan hidup. Tanpa asupan oksigen, sel-sel dan jaringan otak dapat mengalami kerusakan, bahkan mati dalam hitungan menit.

Kematian sel otak mengganggu fungsi bagian tubuh yang dikendalikan area otak tertentu. Akibatnya, penderita stroke mengalami gejala berupa:

  • Kesulitan bicara atau cadel
  • Salah satu sisi atau kedua lengan, wajah dan kaki terasa lemas hingga tidak bisa digerakkan
  • Kebingungan dan disorientasi
  • Gangguan penglihatan
  • Kesulitan berjalan
  • Kehilangan keseimbangan maupun koordinasi
  • Kelumpuhan
  • Pusing dan sakit kepala mendadak
  • Kejang
  • Mual dan muntah
  • Jika tidak ditangani dengan baik, stroke dapat menimbulkan kerusakan otak, lumpuh jangka panjang, hingga kematian.

Serangan Jantung

Serangan jantung atau infark miokard merupakan gangguan jantung serius yang terjadi karena terhambatnya aliran darah ke otot jantung.

Penyebab utama serangan jantung yaitu adanya penumpukan plak (akibat timbunan kolesterol) di dalam arteri koroner.

Tidak hanya itu, gumpalan darah juga dapat menyumbat arteri koroner dan memicu serangan jantung.

Arteri koroner merupakan pembuluh darah yang mendistribusikan darah untuk sel-sel jantung. Ketika suplai darah yang kaya oksigen terhambat, sel-sel di otot jantung mengalami kematian.

Kondisi ini menurunkan kemampuan otot jantung, sehingga fungsi organ tersebut dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh terganggu.

  • Dampaknya, penderita serangan jantung dapat mengalami sejumlah gejala seperti:
  • Nyeri di bagian dada, tulang rusuk bagian bawah, ataupun lengan yang menjalar hingga ke leher, rahang, bahu, hingga punggung
  • Pusing, mual, dan muntah
  • Nyeri di perut bagian atas atau ulu hati
  • Lemas
  • Gelisah
  • Keringat berlebih
  • Sesak napas
  • Jantung berdetak cepat
  • Perut kembung

Kendati demikian, pada beberapa kasus, serangan jantung tidak menimbulkan gejala sama sekali. Serangan jantung mendadak tanpa gejala ini bahkan dapat membuat jantung berhenti berdetak dan menyebabkan kematian (*)