Sejak Konflik Tial-Tulehu Terjadi, Bupati Malteng Intens Koordinasi dengan Berbagai Pihak

BERITABETA.COM, Masohi — Sejak awal konflik antara Negeri Tial dan Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) terjadi, Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir intens melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk proses penyelesaian.
Karena itu, Bupati Malteng Zulkarnain Awat Amir membantah isu yang menyebutkan dirinya tidak tanggap terhadap konflik yang melibatkan dua kelompok pemuda di Kecamatan Salahutu itu.
Zulkarnain mengungkapkan, saat mendapatkan informasi tentang insiden tersebut pada Senin 31 Maret 2025 lalu, dirinya langsung berkoordinasi dengan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Yoga Putra Prima, Komandan Kodim 1504 Kolonel Infanteri Octavianus M. Sinaga untuk mengambil langkah cepat agar mencegah bentrok tersebut tidak meluas.
"Saat informasi bentrok tersebut saya dapatkan, maka detik itu juga saya langsung berkoordinasi dengan Gubernur Pak Hendrik Lewerissa, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Yoga Putra Prima, Komandan Kodim 1504 Kolonel Infanteri Octavianus M. Sinaga untuk mengambil langkah cepat mencegah bentrok meluas," ungkap Zulkarnain Awat Amir kepada beritabeta.com melalui telepon selulernya pada Rabu (2/4/2025).
Dia membeberkan, hanya berselang beberapa waktu, dia bahkan berkoordinasi langsung dengan Kepala Kepolisian (Kapolda) Riau, Irjen Herry Heryawan yang merupakan putera Tulehu untuk melakukan pendekatan-pendekatan persuasif untuk menangani insiden tersebut.
Di samping itu, dia telah memerintahkan Wakil Bupati Malteng Mario Lawalata dan Camat Salahutu Fadly Tuarita untuk kembali ke Kecamatan Salahutu di hari kejadian untuk mengambil langkah-langkah koordinasi dan pencegahan.
"Wakil Bupati dan Camat Salahutu saya perintahkan langsung pada hari itu untuk kembali ke Salahutu agar bisa mengambil langkah-langkah koordinasi dan pencegahan," bebernya.
Sebagai tindaklanjut, dia berencana dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) yang dipusatkan langsung di Kecamatan Salahutu.
"Dalam waktu dekat akan dilaksanakan rapat meluas di Kecamatan Salahutu bersama Forkopimda," ucapnya.
Untuk diketahui, bentrokan antar pemuda dari Negeri Tulehu dan Negeri Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng ini berlangsung pada Senin (31/3/2025) sore pukul 15.45 WIT.
Insiden ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat. Peristiwa tragis ini bermula ketika tiga pemuda asal Tulehu, yakni Jakir Malabar (40), Raju Ohorella (meninggal dunia) dan Alan Semarang berboncengan sepeda motor dari arah Suli menuju Desa Tial.
Setibanya di Dusun Salameti, ketiga pemuda Tulehu ini ditegur oleh beberapa pemuda Desa Tial. Teguran tersebut rupanya tidak diterima baik oleh ketiga pemuda asal Tulehu.
Lantaran tidak terima mereka ditegur, ketiganya turun dari sepeda motor dan langsung melakukan penikaman terhadap salah satu warga Desa Tial bernama Sukirang Lestaluhu (28).
Aksi penikaman inilah yang kemudian memicu kemarahan warga Desa Tial. Seketika, massa dari Desa Tial mengejar ketiga pemuda Tulehu yang melakukan penyerangan. Pengejaran berakhir di depan SMP Negeri 27 Tial, Dusun Naya.
Di lokasi ini, ketiga pelaku berhasil diamankan oleh massa. Amarah massa yang sudah terpancing berujung pada tindakan kekerasan yang lebih parah.
Raju Ohorella meninggal dunia di lokasi kejadian akibat dianiaya menggunakan parang dan batu oleh massa. Sementara itu, rekan Raju, yakni Jakir Malabar mengalami luka-luka akibat amukan massa. Korban pertama penikaman, Sukirang Lestaluhu, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Leimena. (*)
Pewarta : Edha Sanaky