BERITABETA.COM, Ambon – Sebanyak 106 etlet tinju di Maluku siap bertarung di ajang Pekan Olahraga Provinsi Maluku [Popmal] 2022 yang berlangsung di Kota Ambon.

Kepastian ini setelah ratusan petinju ini mengikuti technical meeting  cabang olahraga (Cabor) tinju yang dilakukan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Maluku di ruang rapat PD Panca Karya Provinsi Maluku, Lantai I, Jumat (18/11/2022).

Pengurus Pertina Maluku, Agus Titaley kepada beritabeta.com menjelaskan, pertemuan technical meeting merupakan hal penting dilakukan sebelum bertanding.

Untuk itu dalam technical meeting telah jelaskan berbagai teknik dalam lomba dan aturan yang wajib ditaati oleh semua peserta sehingga perlombaan berjalan dengan aman dan lancar.

Kepada Beritabeta.com Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Maluku, Agus Titaley yang juga selaku Teknik pertandingan Pertina Popmal 2022 menjelaskan

“Dalam  proses technical meeting, kami lebih banyak berbicara tentang teknik pertandingan dengan ketentuan umum. Kemudian ada juga arahan dari ketua Pertina, bahkan dari ketua panitia, serta teknik delegate yang akan sampaikan,” tandasnya.

Ia mengakui, sebelum tanggal 20 suda ditentukan jadwalnya. Dan akan dipertandingkan 14 partai pada 3 kelas. Tiga (3) kelas yang akan ditandingkan yaitu 58; 6 partai, 54; 5 partai, 97; 3 partai jadi totalnya 14 partai.

Agus menjelaskan keseluruhan atlet yang bertanding di Cabor Tinju sebanyak 106 petinju, dari 9 kabupaten/kota. Jumlah yang mengikuti di kelas sebanyak 13 kelas, yakni 9 putra dan 4 putri

"Wasitnya berjumlah 30 orang, diantaranya wasit daerah dan ditambah wasit nasional dari sulsel kita butuhkan dan ditambah teknik delegate,"jelasnya.

Sementara itu, Plt. Ketua Pertina Maluku Arief Hentihu berharap para atlet dapat menjungjung tinggi sportivitas, kualitas dan memiliki mental tanding yang baik.

"Seorang atlet harus miliki ketiga itu. Biar dia jatuh, apapun kondisinya kalau tidak memiliki tiga hal ini maka dia tidak bisa,” tandasnya.

Arief juga menjelaskan pada saatnya nanti akan dipilih bibit atlet yang bagus, tanpa pandang bulu dan dipilih sesuai dengan kriteria.

"Kita pilih orang yang memang bisa mewakili Maluku sehingga bisa berbicara di event nasional sehingga jangka pendek , menengah, pra pon dan PON. Kita bisa lebih dari itu, tidak ada lagi Keluarga, tidak ada daerah, yang ada adalah atlet yang berkualitas yang akan mewakili maluku,"tutupnya (*)

Pewarta : Febby Sahupala