BERITABETA.COM, Ambon – Setelah dibantah oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, isu tsunami yang ramai dikaitkan dengan fenomena matinya ribuan ikan di Pantai Leitimur Selatan, kembali diluruskan oleh Badan Meterologi Klimatolog dan Geofisika (BMKG).

BMKG Maluku  memastikan kematian ribuan ikan itu tidak ada hubungan dengan ancaman gempa dan datangnya tsunami.

“Fenomena matinya ribuan ikan di  Ambon bukan pertanda akan terjadi gempa dan tsunami,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG Maluku, Daryono dalam rilisnya kepada media di Ambon, Maluku, kemarin.

Sejak Sabtu 14 September 2019, warga menemukan ikan banyak yang mengapung dan mati di sejumlah pantai, seperti Hutumuri, Rutong, Lehari dan Hukurila. Belum diketahui pasti apa penyebab kematian ikan-ikan ini.

Menurutnya, warga yang mengkaitkan fenomena ini dengan tanda alam akan terjadi gempa besar dan tsunami tidak benar. Apesnya, beberapa warga termakan informasi yang tidak benar ini. Mereka akhirnya berencana akan mengungsi karena takut tsunami.

Daryono mengatakan, BMKG sudah menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Selama ini belum pernah ada peristiwa gempa besar yang  memicu tsunami  didahului oleh matinya ikan secara massal.  Tidak ada dalam ilmu gempa menjadikan ikan mati sebagai precursor gempa dan tsunami,” jelas Daryono.

Kematian ikan secara massal, kata dia, dipastikan oleh sebab lain. Selama ini, kasus kematian ikan secara massal dapat diakibatkan oleh adanya ledakan, keracunan, atau faktor lingkungan yang mengakibatkan ikan mati.

Saat ini, tambahnya, pihak terkait sedang melakukan investigasi untuk mencari sebab matinya ikan-ikan di Pantai Ambon. Untuk itu, tunggu saja hasilnya.

“Aktivitas kegempaan di Ambon dan sekitarnya saat ini normal-normal saja. Tidak tampak adanya aktivitas yang mencolok, sehingga masyarakat diminta tenang,” tandas dia.

“Kami himbau masyarakat tidak perlu mengungsi. Saat ini sedang tidak ada kejadian gempa kuat dan BMKG juga tidak sedang mengeluarkan peringatan dini tsunami,” tutupnya (BB-DIO)