Diunggulkan Opta, Oranje Harus Waspadai Trio Turki

BERITABETA.COM - Satu lagi laga sengit akan tersaji nanti malam di Stadion Olimpia, Berlin, Sabtu (6/7) waktu Jerman atau Minggu (7/7) dini hari WIB.
Timnas Belanda akan berhadapan dengan Timnas Turki di babak delapan besar Euro 2024.
Di atas kertas tim besutan Ronald Koeman diunggulkan akan memenangi pertarungan ini. Bahkan superkomputer Opta memberikan prediksi peluang kemenangan Oranje mencapai 57,8 persen. Ini prediksi terbesar Opta di babak gugur.
Penampilan Virgil van Dijk dan kawan-kawan memang makin menyakinkan setelah sukses melibas Rumania 3-0. Hal ini pula yang membuat asa tim Oranje begitu tinggi.
Performa timnas Belanda di laga terakhir memang lagi klimaks. Tampilan beberapa pemain yang sebelumnya redup, kini mulai mencuri perhatian.
Sebut saja Cody Gakpo. Pemain Liverpool ini makin gacor di laga melawan Rumania. Sebagai seorang winger, Gakpo membuat sisi sayap Belanda terasa hidup kembali, setelah kehilangan sosok Arjen Robben yang banyak diidolakan.
Hasilnya, tiga gol ia sumbangkan dalam empat laga bersama Belanda.
Juru taktik Ronald Koeman sepertinya banyak belajar dari kesalahan ketika dilumat Austria pada babak grup dengan skor 2:3.
Buktinya, saat anak asuhnya bermain disiplin, organisasi bertahan jadi solid dan tak mudah ditembus lawan.
Di line pertahanan Belanda sepertinya makin mantap. Hanya saja untuk line depan, Belanda belum maksimal. Ini terjadi karena keberadaan Wout Weghorst, Memphis Depay, dan juga Steven Bergwijn belum menemukan sentuhan klinisnya.
Tapi tampilan apik justru ditunjukkan Donyell Malen. Sosok yang kurang begitu diperhitungkan ini malah menajam. Dua gol ke gawang Rumania membuat Koeman jadi pilihan alternatif saat lini depan tumpul.
Lantas bagaimana dengan Turki?
Timnas Turki bukan tim guram. Mereka tak bisa dianggap remeh. Pembuktian mereka sebagai Kuda Hitam telah terbukti.
Bahkan dari catatan sejarah, Belanda pernah tumbang empat kali dari Turki di pentas internasional, dengan empat kali imbang dan enam kali menang dari 14 pertemuan.
Kedua tim terakhir kali bertemu pada 2021 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022. Hasilnya 13 gol tercipta, dengan Turki menang 4-2 di leg pertama dan Belanda berbalik unggul 6-1 di leg kedua.
Hal ini pertanda, Turki bukan lawan yang mudah. Apalagi performa pemain-pemain mudanya cukup tajam.
Satu hal yang unggul dari Timnas Turkli adalah tak biasa main bertahan. Gen sepak bola Ay-Yildizlilar adalah menekan, menekan, dan menekan.
Ini yang membuat Turki yang ditangani Vincenzo Montella kebobolan 18 gol dalam 12 laga. Jumlah gol yang diciptakan juga sama, 18. Turki masih mudah dibobol lawan.
Namun persentase kebobolan Turki menurun dibanding era kepelatihan Stefan Kuntz dan Senol Gunes. Bersama Kuntz misalnya, Turki kebobolan 26 kali dari 20 laga.
Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Montella membuat Turki lebih hati-hati dalam bertahan. Okay Yokuslu dan Salih Ozcan yang dijadikan gelandang dominan bermain lebih ke dalam.
Dalam situasi ini, Turki mengandalkan trio Arda Guler, Hakan Calhanoglu, dan Kenan Yildiz sebagai juru tekan, untuk membuka peluang bagi Baris Alper Yilmaz membobol gawang lawan.
Utamanya Guler tampil menjadi mesin tempur yang memanjakan di kotak penalti. Pemain Real Madrid berusia 19 ini punya umpan, tembakan, dan eksekusi jarak jauh yang mematikan.
Bisa dibilang, Guler jadi ruh Turki, di samping sang kapten, Calhanoglu. Saat Turki kalah 0-3 dari Portugal, di mana Guler dicadangkan, memperlihatkan daya ledak Turki melemah.
Guler menjadi salah satu sosok yang menjadi sorotan pada ajang EURO 2024. Ia sempat mencetak gol spektakuler dalam pertandingan pertama Timnas Turkiye saat melawan Georgia.
Dalam pertandingan tersebut, Guler menjebol gawang Georgia lewat tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti.
Meski sempat mencetak gol dan bermain apik pada laga pertama, Guler malah dicadangkan di pertandingan kedua.
Pada laga ketiga, Guler kembali menjadi starter saat Turki menghadapi Republik Ceko.
Akan tetapi, Guler tidak bermain penuh dan sudah diganti pada menit ke-75 oleh Cenk Tosun.
Wonderkid Real Madrid baru berkontribusi lagi untuk Timnas Turkiye pada babak 16 besar EURO 2024 saat melawan Austria.
Lantas siapakah yang akan ditugaskan Koeman untuk menjaga dan mengawasi Guler? Tugas itu mungkin akan diemban Tijjani Reijnders atau Jerdy Schouten yang jadi dua palang di tengah.
Bisakah Oranje menahan laju Turki? Hanya satu yang harus dilakukan kunci lini sayap Turki yang jadi kunci strategi Montella (*)
Berbagai sumber