BERITABETA, Ambon –  Jembatan Merah Putih (JMP) yang menjadi ikon Kota Ambon terus dirusak oleh orang tak dikenal (OTK).  Beberapa komponen penting dilaporkan raib  karena dicuri. Mulai dari baut dan besi penyangga yang dilaporkan raib bulan lalu. Kini pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVI Wilayah Maluku dan Maluku Utara juga melaporkan  telah hilang pipa pembuangan.

Selain itu, pantauan beritabeta.com di lokasi JMP, Selasa (4/12/2018) malam, terdapat juga aksi nakal yang dilakukan oleh warga dengan mengotori dinding pembatas jembatan berupa coretan menggunakan cat semprot berwarna hitam bertuliskan “Huaulu menolak untuk dirampas lahan sagu pusaka”. Padahal, proses perawatan berupa pengecetan dinding dan besi pagar pembatas JMP baru saja dilakukan sebulan lalu.

Kepala BPJN XVI Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Satrio Sugeng Prayitno, kepada wartawan, di sela-sela peringatan Hari Bhakti PUPR ke-73, di halaman Kantor Pemeliharaan JMP, Senin (3/12/2018) mengakui pihaknya telah menemukan sejumlah item pendukung JMP hilang dicuri OTK,

Aksi nakal mencoret diding pembatas JMP dilakukan oleh OTK. (foto: beritabeta.com)

Mengatasi insiden ini, kata Satrio, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengutus tuntas aksi pencurian ini.

“Harus memberikan efek jera. Kami sudah kerjasama dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Maluku. Mudah-mudahan secepatnya bisa terungkap siapa pelakunya, apalagi kan ada CCTV. Mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi kasus pencurian di JMP,” ujarnya.

Menurutnya, material yang hilang adalah tempat pembuangan air yang terbuat dari baja. JMP merupakan aset  masyarakat yang dikelolah pemerintah.

Karena itu, baik masayarakat maupun pemerintah harus bersama –sama menjaga jembatan yang menjadi ikon yang diresmikan Presiden Joko Widodo 2 tahun silam.

”Semua barang yang ada di JMP, memiliki fungsi masing masing. Jadi sebaiknya kita dan juga masyarakat saling menjaga, karena ini demi kepentingan bersama,”pintanya.

Satrio mengatakan, insiden ini bukan saja menodai hasil kerja keras pemerintah, namun juga mencoreng nama baik masyarakat Maluku.

Bulan lalu, Satrio juga  mengungkapnya telah terjadi  pencurian baut dan besi penyangga JMP.

“Para pencuri mengambil baut-baut maupun besi penyangga JMP,” kata Satrio 16 November 2018.

Siapa yang mencuri? Satrio tidak mau menuduh. Dia hanya mengingatkan tidak sepantasnya aksi pencurian dilakukan terhadap fasilitas umum yang adalah milik bersama.

Pembangunan JMP sendiri menelan total biaya Rp731,5 miliar dari APBN dengan tipe jembatan cable stayed double pylon. Daya tahan jembatan diprediksi mencapai 100 tahun.

Saat ini, dampak keberadaan JMP telah mempercepat jarak tempuh ke pintu keluar Bandara Internasional Pattimura, serta kawasan Jazirah Leihitu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah.

JMP juga untuk menunjang pengembangan fungsi kawasan di Teluk Ambon sesuai dengan Tata Ruang Kota Ambon di mana Poka-Rumahtiga sebagai kawasan pendidikan dan Durian Patah – Telaga Kodok sebagai kawasan pemukiman (BB-DIO)