Kapal Ikan Tenggelam di Perairan Nusalaut, 6 ABK Ditemukan Selamat

BERITABETA.COM, Ambon – Kapal layar motor (KLM) Anugerah Mulia dilaporkan tenggelam di perairan Nusalaut, Kebupaten Maluku Tengah. Kapal dengan enam awak ini berangkat dari Ambon pada Kamis(23/5), sekitar pukul 06:00 WIT, namun diterjang gelombang dan tenggelam.
Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin ketika dikonfirmasi wartawan di Ambon, Kamis malam (23/5/2019) membenarkan kabar tersebut.
Dia menjelaskan, KLM. Anugerah Mulia tenggelam di sekitar perairan Nusalaut radial 93.28° timur dari Kantor SAR Ambon yang berjarak kurang lebih 62 Nm.
Sementara enam ABK ditemukan selamat oleh kapal penumpang dan langsung dievakuasi menuju pelabuhan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Mereka masing-masing, nahkoda Andi Malik (40), Usama (20), Saidin (18), La Banjir (31), Sifa (26), serta Mas (62).
“Mereka ditemukan sekitar pukul 20:15 WIT oleh sebuah kapal penumpang yang melintas dari Masohi, ibu kota Kabupaten Maluku Tengah tujuan Pulau Nusalaut,” jelas Muslimin.
Menurut Muslimin, sebelumnya pihak Basarnas Ambon telah menerima informasi dari pemilik Kapal Layar Motor (KLM) Anugerah Mulia bernama La Madu pada Kamis, (23/5) sekitar pukul 17:05 WIT.
“La Madu menjelaskan kapalnya berangkat dari Ambon pada Kamis(23/5), sekitar pukul 06:00 WIT dengan nahkoda Andi Malik (40), Usama (20), Saidin (18), La Banjir (31), Sifa (26), serta Mas (62), untuk mencari ikan,” jelas Muslimin.
Atas laporan itu, Basarnas kemudian mengerahkan regu penyelamat dengan menggunakan Kapal Negara SAR Abimanyu sejak pukul 17:38 WIT namun belum sempat tiba di lokasi pencarian kapal ikan yang terbalik, disebabkan cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai gelombang tinggi antara tiga sampai empat meter menghambat regu penyelamat dari Kantor SAR Ambon untuk melakukan pencarian enam anak buah kapal nelayan itu.
“KN SAR Abimanyu terpaksa berlindung di pelabuhan Tulehu, kecamatan Salahutu, pulau Ambon, sambil menunggu cuaca semakin membaik baru melanjutkan perjalanan, namun informasinya mereka sudah diselamatkan kepal penumpang dan dievakuasi ke palabubahan Amahai,” jelasnya.
Cumulonimbus Pengaruhi Gelombang Tinggi
Secara terpisah Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar, di Ambon Kamis (23/5/2019) mengatakan, pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya dari selatan – barat dengan kecepatan 3 – 15 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya dari timur – selatan dengan kecepatan 3 – 25 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, perairan Kepulauan Tanimbar hingga Leti dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia mengemukakan, potensi hujan lebat disertai petir berpeluang terjadi di Laut Banda bagian utara, Laut Seram Agian Timur dan Laut Arafuru bagian timur
Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.
“Tinggi gelombang mencapai 4 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafuru. Sedangkan, tinggi gelombang 2,50 meter di perairan selatan Pulau Buru – Pulau Seram, Laut Seram Bagian Timur, perairan Kepulauan Kai – Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Sermata – Kepulauan Leti dan perairan utara Kepulauan Tanimbar,” katanya. (BB-DIO)