BERITABETA.COM, Jakarta — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan masih akan melanjutkan pembangunan modeling budidaya berbasis kawasan di sejumlah daerah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budi Daya, Gemi Triastutik dalam konferensi pers Kinerja Semester I KKP di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2024) siang.

Gemi menerangkan, selain pembangunan modeling lobster di Batam, modeling kepiting di Pasuruan, KKP juga melakukan pembangunan modeling rumput laut di Rote dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku.

“Selain modeling, revitalisasi tambak juga kami lakukan di Langkat, Pangandaran untuk udang. Ada juga di Gresik, Tangerang, Bulukamba, dan Karawang untuk komoditas bandeng. Harapannya langkah-langkah ini menjadi pendorong produktivitas perikanan budi daya secara nasional,” terang Gemi Triastutik.

Dia mengungkapkan, KKP sukses meningkatkan rata-rata pendapatan pembudidaya di semester I-2024. Realisasinya mencapai 5,1 juta per bulan dari target tahun ini sebesar 4,8 juta per bulan.

“Terkait dengan rata-rata pendapatan pembudidaya sampai semester I tahun ini sudah di angka Rp5,1 juta yang artinya sudah melebihi target yang ditetapkan,” ungkapnya.

Ia berujar, realisasi rata-rata pendapatan tersebut pun berkorelasi dengan capaian indeks Nilai Tukar Pembudidaya Ikan yang sudah berada di angka 101,77. Angka itu telah mendekati target Nilai Tukar Pembudidaya tahun ini sebesar 105.

Triastutik mengaku optimis, rata-rata pendapatan dan nilai tukar pembudidaya masih akan terus meningkat sampai akhir tahun nanti.

Dalilnya, hal ini dipengaruhi oleh produksi perikanan budidaya oleh masyarakat yang terus berjalan, tingginya penyerapan hasil perikanan di dalam negeri, hingga program bantuan pemerintah yang terus digulirkan untuk menstimulus peningkatan produktivitas usaha masyarakat pembudidaya di Indonesia.

“Untuk bantuan juga cukup banyak di tahun ini, ada 12 kategori. Di antaranya puluhan juta benih benih, puluhan ribu calon induk, mesin pakan, eskavator serta bantuan sarana prasana budi daya lainnya,” ujarnya. (*)

Editor : Redaksi