Surat penolakan yang dilayangkan PAC, Pengurus Ranting dan Anak Ranting, kepada Megawati diserahkan kepada Sekretaris Internal DPC PDI- Perjuangan Bursel, Sarifuddin Ihsan, di kantor Sekretariat DPC di Bursel, Sabtu (15/2/2020).
Surat penolakan yang dilayangkan PAC, Pengurus Ranting dan Anak Ranting, kepada Megawati diserahkan kepada Sekretaris Internal DPC PDI- Perjuangan Bursel, Sarifuddin Ihsan, di kantor Sekretariat DPC di Bursel, Sabtu (15/2/2020).

BERITABETA.COM, Namrole – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC), Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI -Perjuangan se-Kabupaten Bursel (Bursel), Maluku dengan bulat melayangkan surat penolakan terhadap Safitri Malik (Istri Bupati) Kabupaten Bursel sebagai calon Bupati Bursel di Pilkada 2020.

Mereka menilai Safitri Malik tak pantas untuk direkomendasikan oleh PDI –Perjuangan, partai besutan Megawati Soekarno Putri itu, di Pilkada 2020 mendatang.

Aksi penolakan ini lahir dalam rapat DPC PDI- Perjuangan Kabupaten Bursel, yang digelar Rabu, 12 Februari 2020 di Sekertariat DPC PDI -Perjuangan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC, Ahmad Umasangadji dan Sekretaris DPC Anselany Orpa Seleky serta dihadiri sejumlah pengurus DPC PDI-Perjuangan.

Hasil rapat ini, kemudian berlanjut dengan dukungan oleh seluruh PAC, Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Anak Ranting (PAR) PDI- Perjuangan se-Kabupaten Bursel dengan melayangkan surat kepada Ketua Umum PDI- Perjuangan, Megawati Soekarno Putri di Jakarta pada, Sabtu (16/2/2020) sore.

Surat itu tembusannya juga disampaikan ke DPD PDI- Perjuangan Provinsi Maluku di Ambon. Para pengurus sejajaran PDI-P  se – Kabupaten Bursel, juga mendatangi Kantor Sekretariat DPC PDI – Perjuangan Bursel untuk menyampaikan surat penolakan itu secara resmi.

Ketua DPC Ahmad Umasangadji kemudian menugaskan Sekretaris Internal DPC Sarifuddin Ihsan untuk menerima rombongan PAC, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting se-Kabupaten Bursel itu.

Sebelum diserahkan, surat kepada Megawati itu dibacakan oleh Ketua PAC Kepala Madan, Yahya Rumra dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Bidang Internal DPC Sarifudin Ihsan, Ketua Bidang OKK DPC Halek Belasa, Ketua Bidang Pembangunan dan Perekonomian DPC serta disaksikan oleh Ketua dan Pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting se-Kabupaten Bursel.

Dalam surat itu, dijelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bursel pada hari Rabu, tanggal 12 Februari 2020 bertempat di Sekertariat DPC PDI-Perjuangan yang dihadiri oleh pengurus DPC (koorum). Dan rapat dipimpin langsung oleh Ketua dan Sekretaris DPC PDI –Perjuangan,  itu telah melahirkan keputusan menolak Safitri Malik Soulisa sebagai bakal calon Bupati dari PDI-Perjuangan atau dicalonkan oleh PDI Perjuangan dengan pertimbangan sebagai berikut:

Pertama, selama Safitri Malik Soulisa menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku Dapil Buru-Bursel dan penggurus DPD PDI Perjuangan tidak pernah menginjakan kakinya di Sekretariat DPC PDI- Perjuangan Kabupaten Bursel selama lima (5) Tahun.

Kedua, tidak pernah mengunjungi atau bersentuhan langsung dengan DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting PDI -Perjuangan di Kabupaten Bursel.

Ketiga, dari hasil proses Pemilu/Pilpres serentak tahun 2019, diketahui  pada TPS di desa asal Ibu Safitri Malik Soulisa diperoleh hasil sebagai berikut:

  1. Suara pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Maaruf Amin kalah telak.
  2. Tidak ada suara DPRD Kabupaten Bursel baik suara calon mapun suara partai. Tetapi yang ada hanyalah suara untuk DPR RI atas nama Ibu Safitri Malik Soulisa dan suara DPRD Propinsi atas nama Arny Soulisa yang merupakan adik Bupati Bursel atau adik ipar ibu Safitri Malik Soulisa, padahal sebagai seorang kader harus tegak lurus untuk bekerja memenangkan partai pada semua tingkatan.

Keempat, selama sepuluh tahun pemerintahan Bupati yang diusung oleh PDI-Perjuangan di Kabupaten Bursel sejak tahun 2011 sampai sekarang,  faktanya pengurus partai mulai dari DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting PDI -Perjuangan tidak merasakan manfaat dari kemenangan tersebut.

Kelima, dari fakta di lapangan pada saat proses pemilu legislatif tahun 2019, awalnya, PDI -Perjuangan memiliki 4 (empat) kursi, namun dari hasil tersebut turun menjadi 2 (dua) kursi, karena tidak didukung oleh Bupati Bursel yang berasal dari PDI- Perjuangan. Yang kami sangat khawatirkan jika di tahun-tahun yang akan datang bukan saja kursi di Parlemen akan berkurang akan tetapi bisa jadi PDI -Perjuangan akan habis dari Kabupaten Bursel.

Keenam, bahwa pemerintahan saat ini yang adalah kader PDI Perjuangan tidak mempunyai kontribusi terhadap PDI -Perjuangan di Kabupaten Bursel.

“Oleh sebab itu kami pengurus DPC, PAC dan Ranting sangat mengharapkan kepada Ibu Ketua Umum dan DPP PDI Perjuangan untuk dapat mempertimbangkan apa yang menjadi dasar pikir kami, karena ini merupakan hal yang kami alami di lapangan dan perlu kami sampaikan demi keberlangsungan besarnya PDI Perjuangan di Kabupaten Bursel,” kata mereka dalam surat itu.

Bahkan, Ketua OKK DPC Halek Belasa pada kesempatan itu pun turut menyampaikan komitmennya bahwa jika Megawati tetap merekomendasikan Safitri Malik Soulisa, maka dirinya akan mengundurkan diri dari PDI Perjuangan.

“Kalau sampai rekomendasi tetap diberikan kepada Ibu Safitri, maka kami akan mundur,” kata sejumlah pengurus yang hadir.

Sementara itu, Sekretaris Bidang Internal DPC Sarifudin Ihsan yang direkomendasikan oleh Ketua DPC PDI- Perjuangan untuk menerima surat pernyataan itu mengaku akan menindak lanjuti surat tersebut dalam rapat DPC yang akan diagendakan dalam waktu dekat.

“Ketua DPC memberikan kuasa kepada saya Sekretaris Bidang Internal untuk menerima penyampaian yang disampaikan oleh Pengurus PAC, Pengurus Ranting dan Anak Ranting se – Kabupaten Bursel  dan nanti kita tindak lanjuti,” tandas Ihsan (BB-DUL)