BERITABETA.COM, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon diminta serius untuk membangun kembali kerusakan talud akibat longsor di lokasi Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 1 yang berada di kawasan Karang Panjang Ambon.

Kepala Sekolah SMPN 1 Ambon, Getruida Patty kepada beritabeta.com, Kamis (5/11/2020) mengaku, kerusakan talud di lokasi ini telah lama dikoordinasikan dengan  ke pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon, agar secepatnya diperbaiki.

“Pihak PU sudah menanggapi permintaan kami dengan menyampaikan anggarannya yang diperuntukkan untuk pembangunan talud ini sudah ditetapkan masuk di tahun anggaran 2021. Semoga saja ini menjadi perhatian serius dan bisa dikerjakan sesuai rencana,” ungkap Patty.

Patty mengakui, kerusakan talud penahan tanah itu, saat ini belum begitu mengancam siswa siswi yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Alasannya,  saat ini semua siswa masih belajar dari rumah karena terjadi pandemic Covid-19. Tapi, dikhawatirkan kalau sekolah sudah diperbolehkan tatap muka maka kondisi ini sangat mengancam.

“Lokasinya di bagian depan pintu masuk sekolah, jadi kami khawatir sekali. Untung saja di pandemi ini, siswa tidak bersekolah. Kalau sekolah, pasti sangat menggangu,” paparnya

Soal anggaran perbaikan talud, Patty mengaku, informasinya untuk pekerjaan talud bagian belakang, dianggarkan sebanyak Rp 1 miliar lebih. Namun dengan adanya Covid-19, sejumlah anggaran di dinas direfocusing dan untuk perbaikan talud hanya tersisa sebesar Rp 500 juta.

“Kalau ikut benar, anggaran Rp 500 juta ini tidak cukup. Tapi begitulah, kita terima saja. Semoga di depan juga bisa dikerjakan di tahun depan sesuai rencana,” harap Patty.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Ambon Maurits Wermasubun mengatakan SMPN 1 Ambon sangat berharap kepada Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku agar dapat melihat masalah ini.

“Kerusakan talud bagian belakang sekolah sudah ada sejak tahun 2012 lalu. Hujan dikala itu mengakibatkan tanah longsor dan talud kemudian ambruk. Tapi sampai sekarang, talud bagian belakang masih dalam pekerjaan perbaikan itupun belum kelar juga. Makanya kami minta ini diseriusi,”kata Wermasubun.

Menurutnya, untuk kerusakan talud bagian depan, baru ada akibat longsor beberapa waktu lalu. Sampai dengan saat ini, lokasi itu masih ditutup terpal bantuan dari kelurahan dan PMI.

Wermasubun berharap talud bagian depan ini tidak mengambang seperti talud bagian belakang. Jadi berharap sangat itu bisa secepatnya dikerjakan (BB-YP)