Mantan Putri Pariwisata Indonesia 2008 asal Maluku Albertina Fransisca Mailoa (Chika Mailoa) saat berbagai tips dalam video yang diunggah di youtube
Mantan Putri Pariwisata Indonesia 2008 asal Maluku Albertina Fransisca Mailoa (Chika Mailoa) saat berbagai tips dalam video yang diunggah di youtube

BERITABETA.COM, Ambon – Albertina Fransisca Mailoa, mantan Putri Pariwisata Indonesia 2008 asal Maluku yang divonis terinfeksi coronavirus disease (Covid-19) memberikan tips dalam menghadapi virus corona kepada masyarakat luas.

Perempuan yang disapa Chika ini, mengaku tak kaget saat mendapat kabar hasil pemeriksaannya positif Covid-19. Ia justru berusaha menerima kondisi tersebut dan selalu berpikir positif.

Ia mengisahkan gejala terserang Covid-19 sudah rasakan sejak 17 Maret lalu. Demam tinggi, pusing disertai batuk kering dan kadang berdahak selama empat hari membuatnya tersiksa. Hingga akhirnya ia menyadari bahwa gejala tersebut ternyata adalah gejala-gejala Covid-19.

Perempuan kelahiran 24 Oktober 1984 ini mengaku merasakan gejala tersebut, dua hari sebelumnya ia masih sempat jalan-jalan di pulau Pannambungan. Pulang dari sana, ia merasakan ada diare, demam tinggi dan tak bisa rasa makanan.

Bahkan kata dia, setelah selesai demamnya berhenti, tiga hingga empat hari ia merasakan pusing dan mata bengkak serta badan pegal yang sakit banget. Hari demi hari keadaannya semakin parah. Walau sudah minum vitamin untuk meningkatkan stamina tubuh, gejala justru semakin memburuk.

“Jadi saya coba telepon rekan yang seorang dokter, ia mengarahkan saya untuk memeriksakan diri dan foto thorax dia bilang ini sudah gejala Covid-19,”ucapnya seperti dikutip dari Fajar.co.id.

Hingga akhirnya, ia memeriksakan diri ke rumah sakit Stella Maris untuk melakukan foto thorax pada 25 Maret. Ia dinyatakan Positif Covid-19 bersama sang ibu.

Sehingga beberapa perawatan dilakukannya, hingga kondisi Chika sebenarnya sudah membaik dan dinyatakan negatif. Akan tetapi, 30 Maret 2020, karena kesibukan mengurus ibunya yang juga dinyatakan covid, hingga Chika harus bolak balik membawa orang tuanya memeriksakan diri untuk swab test.

Chika bersama orang tuanya saat memeriksakan diri di rumah sakit

Kala itu kembali Chika merasakan tubuhnya merasa aneh, ia kembali merasakan batuk dan diare tak tertahankan. Hingga ia kembali harus memeriksakan swab test kedua bersama ibu. Hasil kembali menyatakan bahwa Chika positif Covid-19. Tetapi ibunya sudah negatif.

“Jadi saya kembali kena covid yang kedua kalinya, namun tak separah yang pertama,”tuturnya.

Chika mengungkapkan bahwa ia tertular Covid-19 dari ibunya, sementara sang ibu terjangkit virus ini dari jemaat satu gereja yang baru pulang dari Palu, Sulawesi Tengah. Belakangan diketahui bahwa jemaat tersebut meninggal dunia karena Covid-19.

“Karena sistem imun tubuh kami yang menurun, maka kami pun memutuskan untuk rawat inap di rumah sakit Stella Maris,”tuturnya.

Perempuan yang telah meraih juara 3 Miss Tourism International 2008 ini, mengatakan ia sempat beberapa kali menangis. Bukan karena kesakitan, tetapi sedih karena ayah dan ibunya yang punya penyakit bawaan juga dinyatakan Covid.

Saat Dokter memeriksaan, Chika dan ibunya dinyatakan pneumonia (paru-paru basah) dan langsung menjalani perawatan. Sehari setelah menjalani rawat inap, Chika juga meminta sang ayahnya menjalani swab test kedua, namun hasilnya, ayahnya dinyatakan negatif.

“Padahal Ayah saya menderita diabetes, hipertensi, dan pernah stroke, kondisi kesehatan yang bisa saja memperburuk kesehatan bila terjangkit Covid-19,” ungkapnya.

Selama di rumah sakit, pemilik sekolah modeling Runway by Chika Mailoa dan kedua orang tuanya ini dirawat di gedung khusus. Mereka bertiga ditempatkan di dalam ruangan yang sama.

“Jadi saat ini saya dan mama saya kena, tapi setelah melakukan serangkaian pengobatan dan isolasi maka kami dinyatakan negatif,”tuturnya.

Namun kini mama sembuh dan sudah dinyatakan negatif. Ayahnya justru yang memiliki penyakit bawaan hasilnya negatif dan tak terkena Covid. Tinggal Chika yang harus berjuang melawan virus yang telah memakan banyak korban tersebut.

” Saya mau bilang kalau Covid tak mengenal umur, buktinya usia saya lebih muda dari ibu saya, tetapi ibu saya sembuh karena imunnya lebih kuat dan ini juga mukjizat Tuhan karena Ayah saya dinyatakan negatif dan dia tak terkena padahal dua orang yang rawat adalah orang positif covid,”tuturnya.

Kini Chika bersama orangtuanya sudah ada di rumah dan masih karantina mandiri. Ada obat anti virus yang harus ia konsumsi, dokter pun terus mengontrol perkembangannya.

” Hari kamis saya mau tes swap untuk ke empat kalinya, semoga hasilnya sudah negatif,”ucap model

Ia mengaku bahagia pasalnya support dari tenaga medis yang merawatnya betul-betul, membuatnya kuat. Apalagi orang-orang terdekatnya yang selaku menghubunginya via handpone.

Chika berpesan untuk semua teman-teman yang merasakan gejala. Jika masih bisa dihandle masih bisa makan atau minum, sebaiknya karantina dirumah saja. Karena dirumah asal di kontrol dan bisa hidup bersih membuat perawat dan dokter juga tertolong.

” Saya mau banget orang tau bahwa korona ini bisa menyerang siapa saja tak mengenal usia dan penderita korona bukan untuk dikucilkan justru diberi support,”ucapnya.

Chika termasuk pasien yang justru terlibat memotivasi para pasien lainnya untuk terus semangat dan tidak menutup diri.

Kabar baiknya, Chika saat ini sudah dinyatakan negatif dan menunggu pemeriksaaan swab ke-5.

Model yang kini berusia 35 tahun itu, mengisahkan perjalanan dirinya saat divonis terinfeksi Covid-19 dengan  membuat video dan diberi judul “Kesaksian pasien Covid-19 (Chika Mailoa)  yang di-upload di youtube berisi berbagi tips saat menjalani karantina, isolasi mandiri di rumahnya di Makassar (BB-DIP-FJ)