Pemain Manchester City, Ilkay Gundogan (Foto : premierleague.com)
Pemain Manchester City, Ilkay Gundogan (Foto : premierleague.com)

BERITABETA.COM - Pemain Manchester City, Ilkay Gundogan mengeluarkan kritik keras terhadap European Super League (ESL) dan format baru Liga Champions. Gundogan menilai kedua hal itu sama buruknya.

Pilar lini tengah Manchester City itu menganggap format baru Liga Champions hanya "kejahatan yang lebih ringan" ketimbang ESL, dan sama-sama berpotensi merugikan pemain dengan jadwal pertandingan yang kian padat.

Awal pekan ini jagat sepakbola diguncangkan wacana Liga Super, ajang baru yang diprakarsai 12 klub kaya Eropa, termasuk Man City. Para penggemar dan pakar nyaris satu suara menolak keberlangsungan kompetisi tersebut.

Di tengah panasnya isu seputar ESL, UEFA merilis pengumuman tentang struktur baru Liga Champions, yang Gundogan yakini tidak jauh berbeda dari ESL dalam hal peningkatan jumlah pertandingan.

Gelandang tim nasional Jerman ini mencuit di Twitter: "Melihat ramainya pembicaraan seputar Liga Super... “bisakah kita juga berbicara tentang format baru Liga Champions?"

Namun tak butuh waktu lama European Super League dipastikan belum bisa digelar dalam waktu dekat. Sebab, gelombang kritik dan kecaman terkait kompetisi baru itu bermunculan. European Super League dinilai hanya akan menguntungkan tim besar saja. Tim kaya akan semakin kaya.

Imbasnya, sembilan dari dua belas klub penggagas European Super League mengundurkan diri.

Bersama dengan itu, UEFA meluncurkan format baru Liga Champions. Peserta Liga Champions akan ditambah menjadi 36 klub dari sebelumnya hanya 32.

Ini Kunci Sukses Manchester City Juara Premier League Klub peserta Liga Champions tidak lagi diharuskan untuk memainkan tiga lawan dua kali dalam pertandingan kandang dan tandang.

Menurut UEFA, klub akan memainkan pertandingan melawan 10 klub yang berbeda dengan sistem kandang tandang. Format baru Liga Champions disebut akan digunakan mulai 2024.