Utusan presiden Republik Seychelles HE Nico Barito bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Max Pattinama
Utusan presiden Republik Seychelles HE Nico Barito bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Max Pattinama

Oleh: Imanuel R. Balak (Mahasiswa Magister Hukum Litigasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)

SEBAGAIMANA kita ketahui  bersama bahwa saat ini dunia digoncang oleh lahirnya sebuah fenomena yang mengakibatkan banyaknya nyawa yang melayang direnggut olehnya. Fenomena dimaksud tidak lain adalah Virus SARS Cov-2 yaitu nama virusnya secara ilmiah, sementara penyakitnya disebut Corona Virus Disease atau biasa dikenal dengan sitilah Covid-19.

Hal ini tentu menjadi sebauh fenomena yang harus disikapi secara serius karena keberadaannya sangat berbahaya bagi kehidupan manusia oleh karena itu diperlukan, kecermatan, keteliatian serta strategi jitu sebagai tindakan preventif terhadap penularan virus ini.

Pada awalnya eksistensi Covid-19 ini diketahui di kota Wuhan China, kemudian secara resmi dialporkan oleh China kepada World Healt Organization (WHO) sebagai induk Organisasi Kesehatan Dunia, pada 31 Desember 2019. Disinilah kemudian berkembang biaknya Covid-19 ini hingga berpengaruh pada stabilitas ekonomi dunia. Demikian sedikit riwayat hidup Covid-19.

Lahirnya Covid-19 di Indonesia pertama kali ditemukan di Kota Depok dan disampaikan lansung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo (CNN, Senin 02/03/2020). Sebagaimana kita ketahui  dua warga negara Indonesia yang berdomisili di Depok dinyatakan positif mengidap Virus SARS Cov-2 atau Covid-19.

Ini merupakan kasus perdana Covid-19 di negara kita tercinta ini. Kasus ini terjadi pada Ibu dan Anak dimana diketahui sebelumnya bahwa mereka berinteraksi dengan seorang warga Negara Jepang yang mempunyai riwayat menderita wabah Covid-19 ini. Oleh karena itu kasus ini bukan hanya kasus pertama melainkan ini cendrung merupakan sejarah Cikal bakal lahirnya Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor. 12 Tahun 2020 Tentang Penetapan Corona Virus Disease atau Covid-19 sebagai bencana Non-alam Nasional.

Artinya yang ingin Penulis sampaikan bahwa, kalau sudah berbicara mengenai bencana maka dapatlah ditarik kesimpulan sederhana bahwa “Suatu kekuatan besar di luar kekuatan manusia,” dan akan memberikan dampak secara luas dan massif. Itulah sehingga ini harus diresponi dengan cepat, tepat, dan jitu. Karena jika kita kaitkan pada pragraf sebelumnya dalam tulisan ini, maka sebentar lagi Covid-19 akan Berulang Tahun.

Yang menjadi pertanyaan serius saat ini bagi Pemerintah maupun rakyat Indonesia adalah bagaimana kesiapan kita dalam mengadapi Ulang Tahun Corona Virus Disease atau Covid-19?.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui bahwa  Pemerintah telah mengeluarkan dan atau mennjalankan berbagai bentuk regulasi seperti UU Nomor. 6 Tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan dan kebijakan lainnya sebagai dasar acuan untuk memutus dan membinasakan penularan Covid-19 di  negara Indonesia.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Penerapan Protocol Kesehatan yang cenderung pada 3M yakni Menjaga Jarak, Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Penulis tambahkan satu hal yang sudah sangat umum, yaitu budayakan hidup sehat, untuk mengantisipasi penularan virus dalam bentuk apapun pada tubuh kita.

Beberapa kebijakan tersebut diatas menjadi sangat penting untuk dipatuhi karena sebentar lagi kita akan masuk pada Ulang Tahun Covid-19, oleh karena itu supaya Covid-19 ini berumur pendek  sebelum memasuki Ulang Tahunnya, maka kita harus patuhi anjuran Pemerintah dan jalankan protocol kesehatan dengan tujuan binasakan Covid-19.

Pada prinsipnya jika kita maknai konteks Ulang Tahun, sudah barang tentu semua Doa yang dilayangkan adalah positif dan baik, yaitu diharapkan Panjang Umur, sehat, sukses dll. Namun dalam kontkes dan situasi saat ini dimana kita akan menghadapi hari lahirnya Corona Virus Disease atau Covid-19 di Indonesia.

Melalui tulisan ini penulis mengajak kita semua elemen masyarakat Indonesia serta seluruh stakeholder Pemerintah diseluruh wilayah NKRI untuk sama-sama kita naikan doa kepada Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa tentu dengan satu pinta dan tujuan untuk mencabut nyawa Covid-19 ini agar secepatnya kita kembali menjalankan aktivitas secara normal sebagaimana mestinya.

Suatu keyakinan besar Penulis jika sesama kita punya niat yang sama untuk mengakhiri kehidupan Covid-19 ini maka, Puji Tuhan, Insya Allah akan segera berakhir kehidupan Covid-19 ini.

Mengakhiri tulisan ini, terlepas dari Doa dan harapan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, Penulis mengajak pembaca dimanapun berada untuk mari taati aturan, terapkan protocol kesehatan, serta yang paling penting adalah kesadaran kita terhadap Covid-19, akhir kata Semoga Covid-19 ini berumur pendek (**)