Nono Sampono
Nono Sampono

BERITABETA.COM, Ambon – Wakil Ketua DPD periode 2014-2019, Nono Sampono yang kini  kembali bertarung merebut kursi ketua DPD Periode 2019-2024 bersaing dengan tiga kandidat lainnya, dinilai layak untuk menduduki posisi ketua DPD RI.

Sebagai putra terbaik asal Maluku Nono Sampono merupakan sosok yang memiliki prestasi yang gemilang, sehingga patut didukung dan diperjuangkan sehingga menjadi ketua DPD RI.

Penegasan ini disampaikan Ketua DPD KNPI Maluku Subhan Pattimahu melalui rilisnya kepada beritabeta.com, Selasa malam (1/10/2019).

Pattimahu menilai, sosok jenderal berbintang tiga ini telah banyak dipercaya untuk memegang sejumlah jabatan penting lainnya seperti Komandan Paspampres, Gubernur AAL dan Komandan Jenderal Akademi TNI.

Nono juga pernah menjadi Danpaspampres di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, hingga karirnya  berakhir sebagai Kepala Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas)

“Dengan segudang pengalaman yang ada,  maka saya meminta kepada ketiga anggota DPD RI terpilih Dapil Maluku agar mendukung Pak Nono menjadi Ketua DPD RI,” tandasnya.

Selangkah Lagi Terpilih

Seperti dilaporkan dari gedung DPD RI, Nono Sampono tinggal selangkah lagi menjabat Ketua DPD RI. Wakil ketua lembaga senator periode 2014-2019 itu terpilih aklamasi di subwilayah timur II.  Pesaingnya kini Mahyudin dari subwilayah Timur I, subwilayah Barat I, Sultan Bachtiar Najamudin, dan subwilayah Barat II, La Nyalla Mattalitti.

Sebanyak 113 dari 136 anggota DPD RI yang hadir dan menyetujui Tata Tertib (tatib) dan jadwal yang ditetapkan untuk pemilihan pimpinan dalam masa sidang paripurna ke-II DPD RI.

 “Sudah memenuhi kuorum 264 ayat 2 peraturan DPD tentang Tatib DPD Nomor 2 tahun 2019, maka sidang DPD dibuka dan terbuka untuk umum,” ujar salah seorang Pimpinan sementara DPD, Jialyka Maharani di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Suasana sidang sempat diwarnai silang pendapat dan pemaksaan interupsi yang dilakukan sejumlah anggota DPD kepada pimpinan sementara DPD, Jialyka dan Sabam Sirait.

Kondisi diperparah saat pimpinan DPD sementara, Sabam Sirait undur diri dari ruang sidang Nusantara V tanpa pemberitahuan. Pimpinan DPD sementara lainnya, Jialyka mengambil alih prosesi sidang paripurna untuk mengesahkan tata tertib dan jadwal acara pemilihan ketua DPD tersebut.

Jilayka lalu sampai pada keputusan akan membagi prosesi pemilihan ketua DPD ke dalam empat subwilayah. Subwilayah pertama adalah subwilayah Barat I yang diikuti perwakilan DPD dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Pimpinan rapat di subwilayah Barat I adalah Abdullah Puteh dari Aceh dan Jilayka Maharani dari Sumatera Selatan. Subwilayah kedua adalah Subwilayah Barat II diikuti perwakilan DPD dari Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali.

Pimpinan rapat di subwilayah Barat II adalah Sabam Sirait dari DKI Jakarta dan Ali Ridho. Subwilayah ketiga adalah subwilayah Timur I diikuti perwakilan DPD dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Pimpinan rapat itu adalah Andri Prayoga Putra Singkarru dari Sulawesi Barat dan Habib Hamid Abdullah. Subwilayah keempat adalah subwilayah Timur II yang diikuti perwakilan DPD dari Sulawesi Utara, Maluku, Malut Provinsi, Papua, dan Papua Barat.

Pimpinan rapat itu adalah Yorrys Raweyai dari Papua dan Cherish Hariette dari Sulawesi Utara. Rapat masing-masing subwilayah dipimpin anggota DPD tertua dan termuda dari subwilayah tersebut.

Hasil rapat tersebut akan disampaikan masing-masing pimpinan rapat subwilayah pada rapat paripurna yang akan kembali digelar untuk mencari ketua DPD RI. (BB-DIO)