Perwakilan Aktivis Organisasi Kepemudaan Islam Provinsi Maluku saat menyampaikan pernyataan sikap di Kota Ambon, Jumat (07/05/2021)
Perwakilan Aktivis Organisasi Kepemudaan Islam Provinsi Maluku saat menyampaikan pernyataan sikap di Kota Ambon, Jumat (07/05/2021)

BERITABETA.COM, Ambon – Para aktivis yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan Islam Provinsi Maluku, Jumat (07/05/2021) di Ambon, mengajak masyarakat untuk arif dan bijakasana serta cermat dalam menerima informasi yang beredar berantai khususnya melalui jejaring sosial media.

Mereka menanggapi viralnya video Gubernur Maluku menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, juga di tengah Pemulihan Ekonomi Maluku dan antisipasi masuknya Covid-19 mutasi dari India.

Para aktivis Organisasi Kepemudaan Provinsi Maluku ini lalu mengeluarkan pernytaan sikap. Mereka mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dan dewasa dalam menilai video tersebut. Apalagi sudah diklarifikasi oleh pihak Pemprov Maluku.

Seperti kita ketahui, video yang beredar luas, menampilkan adegan adu mulut antara Gubernur Maluku dengan salah satu petugas Protokoler Istana itu telah diklarifikasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Pemprov c.q. Sekretaris Daerah Maluku pun telah memberi penjelasan melalui berbagai kanal informasi yang ada tentang duduk perkara insiden tersebut, dimana kejadian itu sudah lama terjadi saat iring-iringan kendaraan Presiden meninjau korban Gempa 2019 lalu.

Oleh karena itu, penting untuk masyarakat Maluku memahami dan makin cermat menerima berbagai informasi berantai, bukan hanya video ini, tetapi juga pesan berantai berupa teks atau gambar lainnya, yang dapat menganggu konsentrasi kita bersama dalam “masohi” (gotong royong) melawan Vvirus Corona jenis terbaru mutasi dari India, dan tercatat sudah masuk ke Indonesia sesuai keterangan Menteri Kesehatan (Senin, 03 Mei 2021).

Berikut isi pernyataan sikap Organisasi Kepemudaan Islam Provinsi Maluku;

Mencermati perkembangan situasi yang ada, perwakilan dari Organisasi Kepemudaan Islam di Provinsi Maluku menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut;

Pertama, kepada semua pihak yang punya keinginan membangun Maluku, untuk tidak menggunakan strategi dan taktik memecah konsentrasi masyarakat yang semakin sadar menjaga kondusifitas dan menjaga protokol kesehatan. Pertumbuhan Ekonomi di Maluku perlahan naik, sejak 5 November 2020 ada di angka 1,83%, hingga 7/2/2021 ada di angka 1,44%.

Itu artinya, masyarakat perlu diberikan motivasi untuk optimistis meskipun 0,39%. Selanjutnya, Informasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) seluruh Indonesia menurut lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 1,75%.

Mengingat, Maluku juga memiliki potensi sektor Perikanan menjanjikan yang sementara diupayakan oleh Gubernur Maluku melalui lobi birokrasi agar posisi tawar dalam pengelolaan Lumbung Ikan Nasional (LIN) makin menguntungkan Maluku. Termasuk sebagian besar masyarakat Muslim Maluku yang berprofesi sebagai Nelayan kecil yang masih tertindas (al-Mustadh’afin as-Shoyyad).

Kedua, praktik politik sepanjang bulan suci Ramadhan haruslah dilakukan secara arif (as-Siyasah al-Arif), hindari membagikan konten informasi yang terkesan mencari keburukan sesama Politisi atau Tokoh Publik sebagaimana perintah al-Qur’an (al-Hujarat: 12).

Politik semasa pandemi Covid-19 haruslah dilakukan dengan mendahulukan persatuan dan kesatuan umat yang ada di Maluku, Indonesia, dan Dunia pada umumnya.

Sehingga diharapkan situasi Maluku kedepan akan mengantarkan pertumbuhan ekonomi yang perlahan naik di tengah perlawanan terhadap virus Corona Mutasi.

Pernyataan sikap Organisasi Kepemudaan Islam Provinsi Maluku ini juga diketahui masing-masing Firdaus Arey, Ketua Badko HMI Mal_Malut, Yaners Eko Eryanto, Pemuda PERSIS Maluku, Bansa Hadi Sella, Ketua GEMA Mathla'ul Anwra Maluku, Aisyah Fatsey, Ketua DPD IMM Maluku, Alwi Sahubawa, Ketua DPD PMI Maluku, dan Abdul Khalik Lapalelo, Ketua HMI Cabang Ambon. (BB-RED)