Bibit karang yang diberi lebel nama Dessy Arnold dalam kegiatan transplanting karang yang dilakukan di pantai Telepuai Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah pada 27 Maret 2021 (Foto : Istimewa)
Bibit karang yang diberi lebel nama Dessy Arnold dalam kegiatan transplanting karang yang dilakukan di pantai Telepuai Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah pada 27 Maret 2021 (Foto : Istimewa)

BERITABETA.COM, Ambon —Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK), Korcab Korem 151 Binaiya sukses melakukan kegiatan transplanting karang di pantai Telepuai Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah pada 27 Maret 2021.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Persit KCK  pada 4 April 2021 mendatang dengan menggandeng Komunitas Karang Nusatara sebagai pihak yang menyiapkan bibit karang dalam kegiatan transplanting tersebut.

Ketua Persit KCK Korcab 151 Binaiya Dessy Arnold dalam rilisnya yang yang diterima media ini mengatakan, penyelenggaraan kegiatan transplantasi karang yang dilangsungkan di pantai Telepuai Negeri Morella itu berhasil mengadopsi sebanyak 40 bibit karang.

“Keinginan kami ikut serta mengadopsi bibit karang ini beranjak dari rasa peduli kami terhadap pelestarian dan pertumbuhan ekosistem terumbu karang di sekitar kepulauan Maluku, khususnya di pesisir Negeri Morella,” kata Dessy Arnold. Rabu (31/3/2021).

Pihaknya mengaku, gerakan donasi transplantasi karang yang diinisiasi oleh teman-teman Karang Nusantara merupakan sebuah gerakan nyata dalam melestarikan lingkungan dan sangat baik.

Ia juga mengaku,  gerakan yang dilakukan Komonitas Karang Nusantara ini perlu mendapatkan apresiasi besar dari masyarakat Maluku.

"Saya memberikan apresiasi kepada anak muda Maluku yang tergabung dalam Gerakan Karang Nusantara ini, melalui mereka saya dan rekan-rekan Persit dapat turut serta melestarikan lingkungan dengan cara donasi untuk satu bibit karang yang akan ditransplantasi,” tegasnya.

Sementara itu Founder Karang Nusantara Muhammad Yusuf Sangadji mengatakan sangat menyambut baik keikutsertaan adopsi karang oleh Ibu-ibu Persit KCK Koorcab Korem 151 Binaiya.

"Kami sudah melakukan transplantasi sebanyak 40 bibit karang yang merupakan adopsi dari ibu-ibu Persit dan masyarakat umum, semoga apa yang menjadi harapan bersama tentang ekosistem pesisir dan laut yang berkelanjutan akan lebih terwujud melalui kegiatan ini" ungkap Sangadji.

Menurutnya, pasca pelaksanaan kegiatan ini, pihaknya juga akan melakukan monitoring dan perawatan secara berkala terhadap karang yang telah ditransplantasi untuk memastikan karang-karang tersebut tumbuh dengan baik.

"Kedepan kami harap lebih banyak orang yang peduli dan ikut serta mengambil bagian dalam kegiatan donasi untuk satu bibit karang yang dilaksanakan oleh Karang Nusantara ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, gerakan Karang Nusantara adalah sebuah gerakan anak muda Maluku yang fokus pada pelestarian lingkungan pesisir dan laut.

Diakui melalui gerakan ini pada tahun 2018 yang berangkat dari fakta geografis orang Maluku adalah provinsi yang berkarakter kepulauan.

Dikatakan, sejauh ini transplantasi karang telah dilaksanakan sebanyak 8 periode dengan kurang lebih ada 700 bibit karang yang telah ditransplantasi.

Selain fokus pada ekosistem terumbu karang, akhir 2019 Karang Nusantara membuat program pendidikan non formal berbasis kebaharian, yakni Sekolah Bahari. (BB-AZ)