BERITABETA.COM, Ambon – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Ambon untuk bekerja dengan maksimal melayani publik dan juga memaksimalkan  efisiensi anggaran untuk memastikan pemerintahan berjalan optimal.

"Saya ingin kita semua bekerja semaksimal mungkin untuk membuktikan bahwa jajaran Pemerintah Kota Ambon melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik," ujar Wattimena saat memimpin apel di Balai Kota Ambon, Senin (24/3/25).

Wali Kota menegaskan tidak ada kompromi bagi ASN dan PPPK yang tidak bekerja dengan baik. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diberikan merupakan bentuk penghargaan atas kinerja, sehingga diharapkan pegawai bekerja dengan penuh dedikasi.

Terkait kebijakan efisiensi anggaran, Bodewin menyatakan bahwa hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Beberapa langkah efisiensi yang diterapkan meliputi pemangkasan perjalanan dinas hingga 50%, pengurangan anggaran alat tulis kantor (ATK), serta penghematan biaya rapat dan konsumsi.

Ia mengatakan, Pemkot Ambon juga menghadapi tantangan besar dengan membawa sejumlah hutang yang harus diselesaikan, termasuk hutang pihak ketiga sebesar Rp57 miliar, alokasi Dana Desa (ADD) selama empat bulan senilai Rp24 miliar, serta gaji pegawai kontrak yang belum teranggarkan senilai Rp30 miliar.

“Secara keseluruhan, terdapat beban hutang sekitar Rp100 miliar yang harus diselesaikan melalui efisiensi anggaran,"kata Bodewin.

Ia menambahkan, 17 program prioritas pemerintah kota tetap menjadi fokus utama. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memastikan sisa anggaran dapat digunakan untuk merealisasikan program tersebut.

Selain itu, Pemkot Ambon berencana melakukan perombakan birokrasi, dimulai dari penyusunan jabatan eselon IV, eselon III, hingga struktur di kantor-kantor kelurahan yang masih kosong.

“Perencanaan ke depan harus lebih matang agar di tahun 2025 tidak ada lagi utang yang membebani keuangan daerah. Kita harus serius memperbaiki kota ini. Jangan sampai kita gagal dalam membuat perencanaan," tegasnya (*)

Pewarta: Febby Sahupala