BERITABETA.COM, Piru – Konflik antar warga yang terjadi di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) kini menjadi perhatian sejumlah pihak untuk mengantisipasi kondisi serupa terulang.

Kondisi ini pun menjadi perhatian Bupati Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Ir. Asri Arman dengan menggelar rapat mendadak sebagai upaya mitigasi terjadinya hal serupa di kabupaten berjuluk saka mese nusa itu.  

Asri Arman mengundang sejumlah pejabat yang tergabung Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta para camat dan kepala desa se-Kabupaten SBB untuk membahas hal ini dalam rapat yang digelar di Aula Kantor Bupati SBB, di  Piru pada, Jumat (4/4/2025).

Dalam kesempatan itu, Asri menegaskan, rapat ini bertujuan untuk menyikapi konflik sosial di Kabupaten Malteng serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kabupaten SBB.

Asri Arman menekankan pentingnya mitigasi konflik sosial melalui kerja sama lintas sektor guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengingatkan bahwa Maluku memiliki sejarah panjang terkait konflik sosial, sehingga langkah preventif harus diutamakan untuk mencegah peristiwa serupa terulang.

“Kita harus memastikan kondisi di Seram Bagian Barat tetap aman dan kondusif. Kolaborasi antar-pihak sangat penting dalam menciptakan situasi yang stabil demi kemajuan daerah,” ujar Bupati.

Salah satu isu yang turut dibahas adalah masih adanya desa-desa di Kabupaten SBB yang belum memiliki Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhabinkamtibmas yang berperan dalam menjaga keamanan di tingkat desa.

Beberapa kepala desa mengajukan permohonan agar personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera ditempatkan di wilayah mereka guna meningkatkan pengamanan.

Rapat ini juga dihadiri Wakil Bupati SBB, Selfinus Kainama, Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., Dandim 1515/SBB Letkol Inf. Rudolf G. Paulus, Sekda SBB Leferne A. Tuasuun, serta para pimpinan kepala OPD (*)

Editor : Redaksi