Ilustrasi pencarian korban hilang di laut yang dilakukan Tim SAR
Ilustrasi pencarian korban hilang di laut yang dilakukan Tim SAR

BERITABETA, Ambon – Nasib apes menimpa Joni Sampono (30). Penumpang Kapal Motor (KM) Bahari yang diduga jatuh dalam perjalanan dari Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) saat kapal menuju Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku.

Akibat insiden ini, regu penyelamat (Tim SAR) telah dikerahkan untuk mencari Joni Sampono.

“Korban dilaporkan pihak keluarganya terjatuh di laut sekitar perairan Adaut (Pulau Selaru) Kabupaten MTB pada koordinat 08 derajat 01`58`S – 131 derajat 08`52 E,” kata Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin di Ambon, Senin (19/11/2018)

Team rescue dari Pos SAR Saumlaki langsung dikerahkan setelah menerima laporan dari Ny. Elly Krisye hari ini bahwa Joni Sampono terjatuh dari atas KM Bahari pada Minggu, (18/11) 2018 sekitar pukul 22.00 WIT.

Korban terjatuh pada pada malam hari dan sudah dilakukan pencarian awal namun belum membuahkan hasil, sehingga pagi harinya team rescue dri Pos SAR Saumlaki yang menggunakan RIB 05.

Upaya pencarian korban juga dibantu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten MTB dan masyarakat sekitar yang menggunakan long boat.

Kondisi cuaca saat ini adalah hujan lokal dengan hembusan angin dari arah tenggara ke selatan berkecepatan 2 hingga 12 knot dan ketinggian gelombang laut berkisar antara 0,1 hingga 0,75 meter.

Akibat korban terjatuh ke laut, KM Bahari batal melakukan perjalan ke Pulau Babar dan kembali melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil dan kapal tersebut kembali masuk ke Pelabuhan Saumlaki.

Namun sejumlah warga MTB mengakui kalau perairan antara Lermatang menuju Kabupaten MBD dengan melewati Pulau Matakus cukup rawan karena arus airnya yang kuat.

Wakil Kepala Syahbandar Pelabuhan Saumlaki, Ricky membenarkan adanya salah satu penumpang KM Bahari yang jatuh di laut pada Minggu (18/11) sekitar pukul 22.00 WIT.

“Kami sudah mengkonfirmasi kapten kapal dan membenarkan ada penumpang yang jatuh dan diduga kuat akibat mabuk miras dan dia saat itu hendak menuju kamar mandi,” kata Ricky mengutip keterangan kapten kapal itu.

  1. Bahari bertolak dari Pelabuhan Saumlaki pukul 20.00 WIT dan lewat beberapa jam kemudian korban terjatuh di laut.

“Waktu terjatuh, seluruh penumpang sudah mulai tidur namun ada ABK yang mendengar teriakan minta tolong sehingga mereka langsung menghubungi kapten kapal untuk memutar balik melakukan pencarian,” jelas Ricky.

Kapten kapal bersama kru langsung memeriksa daftar nama 30 penumpang yang naik dan nama korban memang ada dalam manifest tetapi yang bersangkutan sudah terjatuh.

Puluhan penumpang ini rencananya akan berangkat ke Pulau Kisar, Kabupaten MBD untuk mengambil patung Kristus Raja.

“Pastor juga sudah berkoordinasi dengan kami bersama Kapolres MTB sehingga upaya pencarian tim SAR dan unsur terkait terus dilakukan, sementara siang ini KM Bahari akan kembali berlayar di Pulau Kisar untuk mengambil patung tersebut,” katanya. (BB-DIO)