KM. Sanus 48 yang melayari rute Ambon – Romang, kini dialihkan ke trayek  Tanjung Pinang, Provisni Kepulauan Riau, setelah dilakukan perubahan rute, sebagai pengganti trayek Ambon – Romang akan diisi armada utama KM. Sanus 71
KM. Sanus 48 yang melayari rute Ambon – Romang, kini dialihkan ke trayek Tanjung Pinang, Provisni Kepulauan Riau, setelah dilakukan perubahan rute, sebagai pengganti trayek Ambon – Romang akan diisi armada utama KM. Sanus 71

BERITABETA.COM, Ambon – Anggota DPR RI,  Fraksi PDI-Perjuangan,  asal Maluku Mercy Christy Barends memastikan dalam waktu dekat kondisi kekosongan transportasi di Pulau Romang, Kebupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku akan segera kembali terisi dengan beroperasinya armada kapal pengganti.

“Saya sudah berkordinasi dengan Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Perhubungan RI, dan menyampaikan ikhwal yang terjadi seperti diberitakan media ini. Dan sudah ada kofirmasi balik dari rekan di Komisi V, bahwa dalam waktu dekat akan ada kapal yang kembali melayani rute ke Pulau Romang,” kata Mercy Barends kepada beritabeta.com melalui saluran telepon selulernya dari Jakarta, Selasa (26/2/2019) malam.

Menurut Mercy, dari hasil koordinasi yang dilakukannya dengan rekan satu fraksi PDI-P di DPR RI,  Alex Indra Lukman yang juga  anggota Komisi V diperoleh penjelasan bahwa selama ini, terdapat lima trayek (R) yang melayari sejumlah daerah terluar di kawasan tenggara Maluku.

Anggota DPR RI Fraksi PDI perjuangan Mercy Chisty Barends

Trayek dimaksud antara lain,      R-24 pangkalan Kupang operator PT.  Pelni, R-47 pangkalan Ambon operator swasta, R-52 pangkalan Ambon operator Pelni,  R-55 pangkalan Tual operator swasta dan R-63 pangkalan Saumlaki operator Pelni.

Dari kelima trayek ini, kata Mercy, satu armada yang menyinggahi Pulau Romang, Kabupaten MBD  yakni di trayek R-52 yang berpangkalan di Ambon dengan operator PT. Pelni.  Untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut di trayek (Ambon –Romang), armada yang beroperasi selama ini adalah KM Sabuk Nusantara (Sanus) 48.

“Jadi memang KM. Sanus 48 yang melayari rute ke Ambon – Romang selama ini lancar beroperasi, namun pada Oktober 2018 lalu, KM. Sanus 48 harus docking di Bitung,”kata Mercy menjelaskan.

Mercy mengatakan, setelah menjalani proses docking di Bitung, Provinsi Sulawessy Utara,  awal Februari 2019, dikeluarkan  pengaturan penempatan kapal perintis yang baru. Dan KM. Sanus 48 yang melayari trayek Ambon – Romang dialihkan untuk  mengisi trayek di daerah Tanjung Pinang, Provisni Kepulauan Riau. “Pengalihan rute KM. Sanus 48 ini yang membuat kekosongan trayek Ambon – Romang,”jelasnya.

Sebagai penganti KM. Sanus 48, lanjut Mercy   pemerintah telah menyiapkan kapal baru KM. Sanus 71 sebagai kapal utama yang melayari trayek R-52.  Dan  rencananya pekan depan kapal baru sudah didatangkan dari galangan di Semarang, Jawa Tengah, dan selanjutkan akan  dimobilisasi ke Ambon.

“Untuk mengisi kekosongan di trayek R-52 yang melayari rute Ambon – Romang, sementara akan diperasikan KM. Sanus 72,  yang pekan lalu baru diserahterimakan di Saumlaki,” ungkap Mercy menyampaikan penjelasan dari Komisi V DPR RI.

Mercy menambahkan, saat ini pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dalam hal ini Dirjen Perhubungan Laut,  terus  intens mengevaluasi program Tol Laut yang sudah dijalankan,  sehingga program ini,  tetap menjadi fokus utama dari pemerintah.

“Kita berharap dalam waktu dekat kendala yang terjadi di Pulau Romang segera teratasi, sehingga masalah transportasi disana cepat pulih kembali,” ungkapnya. (BB-DIO)