BERITABETA.COM – Publik dunia kembali dihobohkan dengan sebuah pernyataan kontroversi tentang Virus Corona. Ini bukan soal cara wabah ini menyebar, bukan pula soal pencegahannya, namun soal asal muasal virus mematikan tersebut.

Ilmuwan China ini tampil di New York Post dan menuding Virus Corona adalah buatan manusia di laboratorium Wuhan yang dikontrol pemerintah China. Laboratorium itu adalah Wuhan Institute of Virology yang sering dituduh sebagai sumber virus, tapi berulang kali dibantah.

Setelah berbulan-bulan menjadi misteri, seorang ilmuwan China yang membelot, akhirnya tampil sebagai whisleblower, setelah berhasil kabur dari negara asalnya ke Amerika Serikat.

Siapakah dia? Namanya adalah Dr Li Meng Yan. Li tampil di New York Post memberitakan kalau Virus Corona adalah buatan dari laboratorium di Wuhan.

Disadur dari beberapa sumber menyebutkan, Dr Li Meng adalah dokter di Hong Kong School of Public Health di University of Hong Kong.  Bidangnya tentu saja adalah riset terkait virus atau virologi. Di luar itu, tidak ada informasi lain yang bisa dicari di internet terkait Li Meng Yan.

Ia kabur ke Amerika. Semua diawali ketika pada akhir Desember 2019, dirinya diminta supervisornya Dr Leo Poon untuk meneliti klaster kasus mirip SARS di China daratan.

Dikutip dari detik.com, Men Yan menghubungi koleganya di Center for Disease Control and Prevention China. Pada saat itu, sudah diberitahu bahwa virus tersebut dapat menular antar manusia, sebelum China dan WHO akhirnya mengakuinya.

Ketika supervisornya diberitahu soal informasi yang ia dapat, tidak ada tindakan lanjutan dan Meng Yan diminta tetap meneliti.

Pada 9 Januari 2020, WHO mengatakan ada wabah penyakit berdasarkan laporan China, tapi belum disebut penularan antar manusia. Kolega Meng Yan berhenti memberikan informasi, Dr Lee Poon meminta Meng Yan hati-hati dan tetap diam.

Di situlah ilmuwan China ini mulai berencana kabur ke Amerika Serikat. Meng Yan tampaknya membuat kontak dengan beberapa pihak di Amerika Serikat untuk menjamin keselamatannya dan bisa bersembunyi.

Klaim Punya Bukti

Ketika berhasil kabur ke Amerika, Meng Yan pun tampil di sejumlah media massa di Negeri Paman Sam, dimulai dari Fox News pada Juli 2020 dan langsung membuat kehebohan. Meng Yan pun tampil lagi di beberapa media dan menyebutkan berada di tempat yang tidak disebutkan.

“Ini adalah pandemik besar yang kita lihat di dunia. Ini lebih dari apapun yang kita ketahui dalam sejarah umat manusia. Jadi, waktunya sangat, sangat penting. Jika kita bisa menghentikannya lebih awal, kita bisa menyelamatkan nyawa,” ujar perempuan berkacamata itu.

Setelah itu, ia menceritakan bagaimana akhirnya ia menyimpulkan bahwa virus corona berasal dari laboratorium militer. Ia mengaku bekerja di laboratorium tingkat keamanan patogen-3 atau disebut juga P3 lab di Hong Kong. Di sana, ia memiliki dua atasan, yaitu Professor Malik Peiris dan Profesor Leo Poon.

Li sudah mengungkap klaimnya bahwa China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyembunyikan soal virus corona jauh sebelum konfirmasi pada 31 Desember 2019.

Klaimnya tersebut diangkat secara eksklusif oleh media Fox News pada Juli. Namun, dalam sebuah wawancara lain dengan media yang sama, ia mengumumkan penemuannya mengenai asal usul virus tersebut.

Kepada Bill Hemmer yang menjadi pembawa acara Fox News, Li mengatakan virus corona berasal dari laboratorium milik Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China. Video wawancaranya dengan Hemmer tersebut diunggah oleh New Zealand Herald dan beberapa media lainnya pada Senin (3/8/2020).

Terakhir, ilmuwan China ini tampil di New York Post dan menuding Virus Corona adalah buatan manusia di laboratorium Wuhan yang dikontrol pemerintah China. Laboratorium itu adalah Wuhan Institute of Virology yang sering dituduh sebagai sumber virus, tapi berulang kali dibantah.

Bedanya penampilan Meng Yan kali ini adalah, dia mengaku sedang bersiap mengungkap bukti yang ia punya, yang menurutnya mudah dipahami nantinya. Dia pun mengatakan pemerintah China sudah menghapus semua informasi dan data terkait dirinya.

“Sekuens genom seperti sidik jari manusia. Jadi berdasarkan itu, Anda bisa mengidentifikasinya. Saya akan pakai bukti ini untuk memberitahu orang kenapa virus ini berasal dari lab di China, kenapa mereka membuatnya,” kata dia.

“Tiap orang, bahkan jikalaupun tak punya pengetahuan biologi, bisa membacanya, bisa mengecek, mengidentifikasi dan verifikasi sendiri. Ini adalah hal kritis bagi kita untuk tahu asal virus Corona ini. Jika kita tak bisa mengalahkannya, bisa membahayakan nyawa tiap orang,” klaim Meng Yan yang disebutkan berada di lokasi tersembunyi.

Sementara itu di sisi lain, Hong Kong School of Public Health di University of Hong Kong secara resmi menyampaikan bantahan atas apapun yang disampaikan Meng Yan. Mereka mengatakan Meng Yan sudah meninggalkan kampus dan semua ucapannya tidak benar.

Pemerintah China pun mengatakan tidak mengenal Meng Yan dan mereka mengatakan sudah menangani pandemi Corona dengan baik selama ini. Bagaimanakah kelanjutan kisah ilmuwan China ini?. Semua orang penasaran dan sama-sama menunggu kelanjutannya (**)

Berbagai sumber