Anggota Komisi VII DPR-RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Maluku Mercy Chrisesty Barends, lakukan sosialisasi Eempat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku.Kamis (18/02/2021)
Anggota Komisi VII DPR-RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Maluku Mercy Chrisesty Barends, lakukan sosialisasi Eempat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku.Kamis (18/02/2021)

BERITABETA.COM, Bula — Anggota Komisi VII DPR-RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku Mercy Chrisesty Barends, Kamis (18/02/2021) mensosialisasikan empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku. politisi PDIP Maluku ini menyoroti tantangan globalisasi dan kapitalisme yang dialami Indonesia.

Sosialisasi berlangsung di lantai 3 Hotel Surya, Kamis siang (18/02/2021). Narasumbernya adalah Mercy Chrisesty Barends, Ketua DPC PDI-P SBT Arobi Kelian, Kasat Binmas Polres SBT AKP Baharudin, dan Ketua Komisi A DPRD SBT Muhammad Umar Gasam.

Mercy Barends memaparkan materi tentang bagaimana warga Bangsa bisa mampu menjawab tantangan globalisasi. Apakah sosialisasi empat pilar kebangsaan ini masih relevan terhadap seluruh perkembangan tantangan zaman hari ini?

Menurut dia, empat Pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Semboyan Negara Bhinneka Tunggal Ika adalah satu kekuatan yang membuat negara ini masih berdiri kokoh.

“Sebagai bangsa Indonesia kita berbeda-beda, suku, bangsa, agama, latar belakang, ras dan seterusnya. Dengan musyawarah dan mufakat melahirkan pancasila tanpa embel-embel yang lain menjadi satu kekuatan luar biasa” kata ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Maluku ini menyebutkan selama kurang lebih 30 tahun, MPR sudah melakukan evaluasi secara menyeluruh tentang empat pilar kebangsaan.

Saat itu, kata dia, dalam kepemimpinan Taufiq Kiemas sebagai ketua MPR-RI, lahirlah sebuah keputusan besar dimana salah satu tugas dan tanggungjawab anggota MPR adalah mensosialisasikan pancasila, UUD 1945, NKRI dan Semboyan Negara Bhinneka Tunggal Ika ini masuk di dalam undang-undang.

“Ini sebuah peran, dan fungsi yang harus kita jalani dengan sungguh-sungguh. Karena dalam pengalaman kehidupan berbangsa dan bernegara, MPR melahirkan sebuah maklumat TAP MPR tahun 2011,” sebutnya.

Politisi PDI-Perjuangan ini tak menampik, bangsa Indonesia saat ini mengalami tantangan globalisasi dan kapitalisme. Dia menyebut kedua tantangan itu mengalami perubahan yang begitu cepat.

Dengan kondisi tersebut Mercy berpesan dan menganjurkan semua orang (warga negara Indonesia), harus ikut terlibat dalam menghadapi globalisasi dan kapitalisme. “Utamanya menumbuh-kembangkan rasa persaudaaraan dan saling menghargai antar sesama,” anjurnya.

Turut hadir Pengurus DPC PDI-Perjuangan Kabupaten SBT, pimpinan OKP/OKPI, para mahasiswa dan pelajar.(BB-AZ)