Menanggapi keberhasilan Nina Gusmita pada Peparnas  XVI Papua, Firtian Judiswandarta, Direktur Lembaga Pengelolaan Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora RI, dalam status Whatsapp-nya pada Minggu (21/11/2021) menuliskan, “Nina Gusmita, Peraih 3 Medali Emas Peparnas XVI Papua sekaligus memecahkan 3 rekornas nomor 100, 200, 400 Kursi Roda (Wheelchair Para Sport).

Dengan program Fashionable for Para Sport by LPDUK, bekerjasama dengan 700 Apparel  olahraga di Indonesia membuat atlit (Para Sport) semakin tampil fashionable saat bertanding maupun dalam kehidupan sehari-hari. Tentu prestasi semakin moncer untuk Indonesia di Olympic / Paralympic 2024.”

Sebelum menekuni Wheelchair Para Sport, Nina Gusmida adalah atlet voli. Namun gadis kelahiran Medan, 8 Agustus 1998 itu mengalami kecelakaan pada 2016 ketika pulang dari latihan voli yang membuatnya kehilangan kaki kanan.

Namun kejadian tersebut tak sampai membuatnya putus asa untuk mengukir prestasi di keolahragaan. Setelah tujuh bulan menjalani pemulihan, ia kembali menjalani latihan dengan pindah ke nomor lempar cakram, dan tak berapa lama setelah itu pindah ke cabang voli duduk.

Sebelum tanding voli duduk di Asian Para Games 2018, Nina Gusmita sempat ditawari untuk bergabung ke balap kursi roda, tapi saat itu ia belum berminat. Karena voli duduk sering tak dimainkan akibat kurang peserta, akhirnya Nina memantapkan diri kembali ke atletik dengan spesialisasi balap kursi roda dan masuk pelatihan nasional (Pelatnas).

“Be a friend to yourself! Hidupmu asik, jangan sampe cuma punya satu warna ya,” tulis Nina Gusmita pada salah satu postingan di akun Instagram-nya (*)

Pewarta : Muhammad Fadhli