Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Attapary memberikan penjelasan kepada wartawan usai mengikuti pertemuan bersama pihak RS Siloam di ruangan Komisi IV DPRD Maluku, Senin (25/1/2021).
Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Attapary memberikan penjelasan kepada wartawan usai mengikuti pertemuan bersama pihak RS Siloam di ruangan Komisi IV DPRD Maluku, Senin (25/1/2021).

BERITABETA.COM, Ambon – Menindaklanjuti permasalahan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit (RS) Siloam dan RSUD Haulusy, Kota Ambon, Komisi IV DPRD Provinsi Maluku menggelar pertemuan bersama untuk menkonfirmasi salah satu kasus yang muncul dan menjadi gunjingan publik Maluku belum lama.

Kasus yang sempat viral di media sosial serta  media online itu terkait salah seorang pasien wanita asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang mengelami kesulitan saat dirawat di RS Siloam.

“Rapat ini digelar untuk merespon suara publik yang disampaikan lewat media maupun lewat media sosial, dalam kaitannya dengan pelayanan medis yang dialami oleh warga Maluku di Rumah Sakit Siloam dan Rumah Sakit Umum,” kata Ketua Komisi IV Samson Attapary kepada wartawan usai pertemuan yang berlangsung di ruangan Komisi IV DPRD Maluku, Senin (25/1/2021).

Attapary mengatakan, pihak RS Siloam melalui direkturnya telah memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut dan juga ada beberapa hal yang berkaitan dengan pelayanan medis di RS itu.

“Jadi kita bicarakan tadi dan tadi Pak Direktur Siloam sudah mengklarifikasi bahwa proses penanganan pasien disana sesuai dengan SOP dan sesuai peraturan,” paparnya.

Ia menjelaskan, pasien tidak ditolak bahkan ditangani sampai selesai operasi. Pasien datang memang ditangani nanti pada saat operasi kedua selesai ditangani pihak keluarga  diminta ke bagian administrasi untuk menjelaskan.

“Jadi dalam arti bukan tidak ada uang lalu ditolak. Pasien tetap dilayani sampai selesai operasi dan setelah itu baru disampaikan biaya yang dibayar oleh pasien” imbuhnya.

Menurut Atapary, untuk penanganan di RS Swasta tentu profit (keuntungan) didahulukan dan standar pelayanan menjadi urusan berikutnya.

“Memang  harga itu pasti mahal bukan hanya untuk pasien yang dalam klasifikasi menengah kebawah tapi dalam standar kita juga itu pasti mahal dan memang itulah Siloam dia hadir, dan sebagai Rumah Sakit swasta tentu profit diutamakan dan kemudian bicara pelayanan” sebutnya

Pihaknya juga menegaskan, agar informasi terkait keberadaan biaya penanganan Rumah Sakit Siloam dapat diinformasikan kepada seluruh masyarakat Maluku agar diketahui.

“Dalam hal ini tentu RS Siloam akan mengimbangi dengan pelayanan yang dia berikan, maksudnya dia hanya buka di kelas satu dan juga VIP. Untuk itu kita sampaikan ke Siloam juga harus menyampaikan secara luas di masyarakat bahwa ini memang Rumah Sakit yang mahal untuk standar  Maluku” pesannya.

Lebih lanjut, atapary mengusulkan agar pihak  RS Siloam dapat menyertakan biaya secara terperinci dalam bentuk baliho agar diketahui oleh masyarakat luas.

“Tadi saya usul di gerbang masuk ada baliho besar berapa biaya terperinci terkait dengan standar pelayanan di Siloam agar masyarakat bisa tahu ” tutupnya (BB-PP)