BERITABETA.COM, Langgur  – Ratusan gulung slang air berbahan karet, ditemukan tidak terpakai dan dibiarkan begitu saja di hutan Desa/Ohoi Ohoiwirn, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku.

Warga mengakui sudah memasuki dua tahun, ratusan gulung slang air ini berada di lokasi hutan. Dan dipastikan jenis material yang harganya cukup tinggi tersebut milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).  

Material ini sedianya akan digunakan  dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang dikelola oleh Dinas PUPR setempat.  

Berdasarkan hasil penelusuran beritabeta.com seperti dikutip dari situs radiodms.com, pada tahun 2018  Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Malra, Ana Yunus memberikan penjelasan, bahwa pembangunan air bersih yang dikerjakan oleh Dinas PU Kabupaten, baik di Pulau Kei Kecil maupun Kei Besar terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan akan air bagi warga di kedua pulau tersebut.

Yunus saat itu mengakui, inovasi yang dilakukan adalah dengan menggandeng berbagai pihak salah satunya melalui program PAMSIMAS yang merupakan salah satu program Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, yang lebih disasarkan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.

Sementara atas temuan ini,  masyarakat di Desa Ohoiwirin, pulau Kei Besar mengaku resah dan kecewa dengan Pemerintah cq Kementrian PUPR, terutama Dinas PUPR Malra yang tidak mampu melakukan pengawasan, sehingga ratusan gulung slang air karet tidak dimanfaatkan sebagai sasaran dari program pemerintah.

“Kami sangat kecewa dengan kinerja instansi teknis, sampai saat ini masyarakat Ohoiwirin belum menikmati air bersih “ sesal Josep warga Desa Ohoiwirin.

Josep mengaku, pihak aparatur Desa Ohoiwirin diduga terlibat dalam program air bersih yang mangkrak itu, buktinya oknum warga yang dipercayakan Dinas PUPR sebagai  pelaksana pekerjaan sudah melarikan diri ke Kabupaten Mimika, Papua.

“Ini program PAMSINMAS  tahun 2018, petugas dari Provinsi Maluku datang bersama ratusan gulung slang air ini lalu dibuang begitu saja di dalam hutan dekat sumber mata air, tanpa ada realisasi fisik pekerjaan, “ ungkapnya.

Josep menduga dana program yang dianggarkan untuk pelaksanaan proyek air bersih di Ohoiwirin itu sudah habis terpakai alias disunat  oleh oknum – oknum tertentu di Dinas PUPR Provinsi Maluku yang bekerja sama dengan oknum Dinas PUPR Kabupaten Malra sehingga proyek air bersih ini mandek.

Dinas PUPR Provinsi Maluku, melalui Satker Air Bersih ketika didatangi wartawan tualnews.com  mengaku tahun 2018 tidak ada proyek atau program dari Dinas PUPR yang turun di Kabupaten Malra.

“Kami sudah cek di daftar tidak ada proyek air bersih Dinas PUPR Maluku yang turun di Desa Ohoiwirin, hanya ada satu program air bersih yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPRD Maluku asal daeah pemilihan Malra yang ada di Desa Waur dan sesuai laporan realisasi fisik pekerjaan sudah selesai dikerjakan “ ungkap Kabid Satker Air Bersih Dinas PUPR Maluku. (BB-DIO)