Salah satu sudut Negeri SSI di Kompleks Garuda, oleh warga dipermak dengan memberi warna-warni, sehingga terlihat lebih menarik. (Foto : BERITABETA.COM)
Salah satu sudut Negeri SSI di Kompleks Garuda, oleh warga dipermak dengan memberi warna-warni, sehingga terlihat lebih menarik. (Foto : BERITABETA.COM)

BERITABETA.COM, Ambon – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ke-28, yang akan digelar tanggal 4 Maret 2019 mendatang di Kecamatan Saparua Timur, ternyata membuat wajah negeri/desa tuan rumah ini berubah drastis.

Warga di salah satu kompleks di ujung Negeri Siri –Sori Islam bernama Garuda nekat mempermak habis lingkungan sekitar dengan memberi warna-warna kontraks, sehingga terlihat seperti Kampung Wisata Jodipan, Kota Malang.

Jika Kampung Wisata Jodipan dipermak sekelompok mahasiswa menggandeng program corporate social responsibilities (CSR) perusahaan cat PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana) untuk mewujudkan kampung tersebut, di kompleks Garuda, Negeri Siri Sori Islam (SSI), Kecamatan Saparua Timur,   kegiatan ini lebih dahsyat karena dilakukan secara swakelola melalui partisipasi warga secara spontan.

Salah satu Tokoh Masyarakat Negeri SSI Abubakar Sahupala kepada beritabeta.com via telepon selulernya,  Selasa (12/2/2019) malam,  mengatakan, kegiatan mewarnai lingkungan pekarangan di kompleks Garuda ini, bermula dari ide yang muncul dari beberapa warga, pasca adanya pemberitaan yang menyebutkan negeri berjuluk Elhau ini ditetapkan menjadi tuan rumah kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Malteng.

Sudut Kompleks Garuda Negeri SSI, terlihat seorang warga menunjukan kreasi mewarnai dinding rumah di sisi kanan ruas jalan utama menuju lokasi pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Malteng

“Ide ini datang secara spontan, ketika kami warga di kompleks ini diminta untuk membersihkan lingkungan sekitar oleh Camat Saparua Timur. Alasannya, kompleks ini menjadi pintu gerbang masuknya tamu di negeri ini, sehingga muncul ide untuk mewarnai sejumlah sudut perumahan yang terlihat agak kumuh,”kata Abubakar.

Atas keinginan sejumlah warga, kata dia, muncullah keinginan mewarnai dinding-dinding pagar rumah hingga beberapa sudut agar menjadi indah jika dirubah.

“Jadi kami ingin memberikan kesan terbaik, ketika para kafilah yang datang untuk mengikuti MTQ di Negeri SSI pasti akan pulang membawa kesan positif dari apa yang dilihatnya,”tandas Karsa sebutan akrab tokoh masyarakat ini.

Diungkapkan Abubakar, untuk mewujudkan niat baik itu, pihaknya menggalang dana secara sukarela melalui warga di kompleks Garuda. Setiap warga diberitahu akan rencana tersebut. Bukan saja warga yang menetap di kompleks tersebut, tapi juga warga di perantauan yang berasal dari kompleks Garuda diberitahu, sehingga mereka ikut memberikan sumbangsi berupa materi.

“Kita memberitahukan kepada mereka yang ada di rantau, bahwa rumah mereka di kompleks ini akan diperbaiki dan dibuat indah. Atas kesepakatan itu kemudian semuanya memberikan sumbangan secara sukarela,” bebernya.

Abubakar menjelaskan, semua anak rantau di Ambon, Masohi bahkan di Kota Sorong, Provinsi Papua ikut terlibat dalam kegiatan inovatif mewarnai kompleks ini. Setelah dana terkumpul, selanjutnya warga kompleks kemudian bekerja bakti mendekorasi lingkungannya.

Aksi bersih dan penataan lingkungan negeri akhirnya juga diikuti oleh warga Negeri SSI yang ada di kompleks lainnya. Sejumlah kompleks sebut saja Bunga Tanjung, Gembira, Belakang Raja (Belkar) dan Mangga Dua, ikut melakukan hal yang sama.

“Bagi kami ini sebuah sejarah, bukan soal warna-warni kampung, tapi lebih dari momentum MTQ yang sudah lama baru kembali digelar di negeri ini. Sebagai tuan rumah kami ingin memberikan yang terbaik,” kata Abubakar yang juga merupakan anggota panitia MTQ dari seksi penjemputan kafilah.

Uniknya, aksi bersih-bersih kampung juga disuport oleh Camat Saparua Timur Halid Pattisahusiwa. Camat yang juga anak negeri ini, hampir setiap saat memberikan motivasi dengan mengunggah sejumlah foto sudut kampung yang belum dibersihakan oleh warga setempat.

“Bunga tanjung belum tertata, Belkar sepi tak bertuan dan Gembira mulai berbenah,” demikian status-status sang camat di media sosial (facebook) yang diunggah di group Bahasa Siri Sori Islam, sehinggga menuai reaksi netizen anak negeri.

Kerinduan anak Negeri SSI terkait pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Malteng juga  cukup tinggi. Abubakar menambahkan, tingginya animo dan antusias warga Negeri SSI menyambut pelaksanaan MTQ, disebabkan latar belakang sejarah anak Negeri SSI, karena  sejak dulu SSI banyak menelorkan para qarih dan qoriah terbaik di tingkat Nasional dan provinsi, sejak tahun 70-an hingga tahun 90-an.

Dia menyebutkan beberapa juara dan peserta MTQ Tingkat Nasional di zaman itu, misalnya almarhum Makiudin Saimima, Buang Pelupessy yang meraih prestasi juara tingkat Nasional di Jakarta.

Kemudian, Hj. Jannah Pelupessy/Saimima peserta MTQ Tingkat Nasional di Bandung,   Kalsum Patty peserta  MTQ Tingkat Nasional di Kota Medan,  Hidaya Kaplale peserta MTQ Tingkat Nasional di Kota Mataram, Hamid bin Makiudin Saimima peserta MTQ Tingkat Nasional Jakarta, dan sejumlah nama Qori dan Qoriah terbaik asal negeri SSI yang sempat mengukir prestasi di tingkat Provinsi Maluku.

Atas apa yang kini dilakukan, warga Negeri SSI berharap, pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Malteng, mampu menjadi inspirasi dan motivasi kepada anak negeri untuk tetap menjaga lingkungan pekarangan rumahnya. Selain itu juga mampu kembali mengukir sejarah perolehan prestasi di event MTQ mendatang.

“Kita berharap hal ini bukan saja dimaknai sebagai sebuah serimoni, tapi lebih dari itu dapat dijadikan sebagai sebuah tradisi. Tradisi menjaga kebersihan lingkungan kampung dan juga tradisi menciptakan sejarah juara di event MTQ mendatang,” tandas Abubakar (BB-DIO)