BERITABETA.COM, Masohi –  Setelah sepekan kritis di RSUD Masohi, Ridwan Abdullah Pattilow (71) warga Negeri Pasanea,  Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menghembuskan nafas terakhir, Jumat (22/3/2019) pukul 23.15 Wit.

Pattilow menjadi korban pencurian yang disertai kekerasan Sabtu (16/3/2019) dini hari. Korban mengalami luka parah, setelah diparangi  akhirnya dilarikan ke RSUD.

Keluarga telah membawa pulang jenazah untuk disemayamkan, di kampung halamannya, Negeri Lisabata Barat, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, anak korban Aya Pattilow kepada beritabeta.com menuturkan saat itu,  sekitar pukul 02.Wit korban mendengar suara seperti orang mengacak-acak di dalam rumah, serta suara ketukan pintu kamar korban. Korban, saat itu hanya seorang diri di dalam rumah.

“Mendengar suara ribut,  bapak saya (korban) lalu keluar dari kamar dengan memegang sebilah parang untuk berjaga-jaga,” ungkap Pattilow saat ditemui di ruangan Dahlia kelas 1 C RSUD Masohi, Selasa (19/03/2019).

Rumah korban Ridwan Abdullah Pattilow (71) warga Negeri Pasanea, Kecamatan Seram Utara Barat, yang menjadi TKP insiden pembacokan (Foto : beritabeta.com

Setelah keluar dari kamar, korban sempat menegur pelaku yang sedang mengacak-ngacak rumah. “Kamu bikin apa malam-malam begini di rumah saya,” kata Pattilow menirukan. Saat itu, kata Pattilow,   korban tidak menyadari kalau pelaku pencurian ternyata tidak sendirian, ada teman pelaku lain yang memukul korban hingga jatuh.

“Tiba-tiba teman pelaku dari samping memukul bapak hingga jatuh, bapak sempat melakukan perlawanan, namun tidak bisa mengalahkan pelaku yang berjumlah lebih dari satu. Disaat itu pelaku merampas parang untuk membacok bapak, serta menusuk bapak dengan gunting lalu  pelaku kabur melarikan diri,” terangnya.

Korban mengalami luka pada jari tangan sebelah kiri dan sabetan parang pada pelipis mata bagian kiri,  serta luka tusuk dibagian dada.

Setelah para pelaku melarikan diri, kata Pattilow,  korban masih sempat berjalan ke setiap sudut rumah melihat  barang yang hilang,  kemudian membersihkan darah ditubuhnya.  Korban lalu pergi membangunkan istri yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian dan meminta pertolongan.

Atas kejadian ini, korban beserta keluarganya sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian  setempat, serta memberikan keterangan dan ciri-ciri pelaku, namun sampai saat ini pelaku belum di tangkap.

Keluarga korban berharap,  agar para pelaku segera di tangkap dan diproses sesuai hokum.  “Kami dari keluarga berharap agar pelaku cepat ditangkap,  karena sudah empat hari dari  kejadian ini,  belum ada informasi terkait dengan para pelaku. Padahal kami sudah memberikan keterangan dan ciri-ciri pelaku,” harapnya.

Sementara Kapolsek Seram Utara Barat KomPol Cum Hariyanto saat dihubungi melalui telepon selulernya, membenarkan kejadian tersebut,  “Untuk sementara waktu,  kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” singkatnya. (BB-FA)