BERITABETA.COM, Ambon – Lama tak muncul menyapa publik di Maluku, mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) dua periode Abdullah Vanath kini hadir memberikan tanggapannya terkait dengan kegiatan ekspor 28 ton biji pala yang dimotori Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku ke China, Selasa 30 Maret 2021.

Kepada beritabeta.com via telepon selulernya, Rabu sore (31/3/2021) Abdullah Vanath yang kini fokus mengelola perkebunan pala-nya di kawasan Bula Barat mengaku menyambut positif kegiatan ekspor biji pala ke Negeri Tirai Bambu itu.

“Ini menjadi kabar baik, karena komoditas pala merupakan satu diantara komoditas unggulan Maluku yang memiliki prospek pengembangan yang cukup cerah. Pala juga bisa memberikan efek dan pemantik pertumbuhan ekomoni masyarakat di Maluku di masa mendatang,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Vanath, dengan adanya kegiatan ekspor yang kembali dibuka bahkan langsung dari Kota Ambon itu, menjadi sebuah terobosan baru yang harus didukung penuh oleh semua pihak.

Ia mengakui, salah satu faktor yang menjadi penentu stabilnya harga biji pala di pasaran lokal Maluku, adalah karena berlakunya  value chain (rantai nilai) produk yang dihasilkan petani lokal di Maluku.

“Dengan adanya kegiatan ekspor ini artinya value chain itu dapat dipotong satu tahap. Karena yang kita tahu selama ini kegiatan ekspor komoditas lokal Maluku itu semuanya berlangsung dari Surabaya. Ini kita belum bicara perizinan. Sudah pasti ada biaya-biaya yang timbul dari proses itu, sehingga berpengaruh terhadap harga beli di pasaran lokal,” urainya.

Sebagai petani yang kini mengembangkan perkebunan pala di SBT, Vanath menilai upaya ekspor biji pala ke manca negara ini merupakan harapan bagi seluruh masyarakat di Maluku. Artinya, gairah petani pala akan terus tumbuh selain tersedianya pasar, masalah harga juga dapat terjaga dengan baik.

Vanath pun mengusulkan kegiatan ekspor biji pala ini dapat dibuka lebar dengan melibatkan sejumlah pihak terutama para pebisnis atau pengusaha lokal di Maluku, tentunya dengan tetap memperhatian masalah mutu biji pala yang dihasilkan petani.

Hasil panen biji pala di kebun milik Abdullah Vanath (foto: istimewa)

Terkait usaha perkembunan yang dikembangkan, Vanath mengaku saat ini masih terus menyiapkan segala hal terkait pasca panennya, karena hasil panen di tahun ini cukup menggembirakan dan diluar target.

“Sementara kami lagi fokus dengan penanganan pasca panen. Karena setiap hari sudah ada kegiatan panen. Namun cuaca yang tidak menentu membuat produksinya harus melalui tahapan-tahapan yang harus diawasi,” tandasnya.

Seperti diketahui, perkebunan pala yang kini dikembangkan Abdullah Vanath di Kabupaten SBT jumlahnya cukup besar. Dari data awal yang dihimpun media ini, terdapat sebanyak 70-an ribu pohon yang kini dikembangkan Vanath bersama keluarganya.

Populasi yang dikembangkan ini belum termasuk yang ada di beberapa lokasi di Kecamatan Werinama dan Pulau Banda. Dari total populasi yang kini dikembangkan, Vanath menargetkan ekspansi pasar ekspor biji pala kedepan akan didomonasi produk biji pala dari Maluku sebagai wilayah asal tanaman ini.

“Artinya dua tiga tahun kedepan eksport biji pala ke manca negara ini bukan saja dengan jumlah puluhan ton, tapi bisa mencapai angka ratusan ton per tri wulan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  ekspor biji pala ini, sempat terhenti selama 21 tahun sejak Maluku dilanda konfik tahun 1999 dan baru kembali dimulai tahun ini.

Pelepasan ekspor perdana biji pala ini dilakukan di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon oleh Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang yang disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Maluku, Erwin Situmorang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, Elvis Pattiselano serta Tim Percepatan Ekspor Maluku, Selasa (30/3/2021).

Sebanyak 28 ton hasil bumi Maluku itu dikirim ke China melalui satu kontainer 40 feet oleh PT. Subur Anugerah Indonesia, yang bekerjasama dengan CV. Maenusu.

“Komoditi ekspor pala ini sempat vakum sejak tahun 1999. Sebelumnya diekspor ke negara-negara luar, tapi tidak melalui Ambon tetapi melalui Surabaya. Karena usaha tim ekspor dan niat baik Pak Riki dan Petra (eksportir) akhirnya bisa ekspor dari Maluku,” kata Sekda Maluku Kasrul kepada wartawan usai pelepasan ekspor pala perdana.

Kasrul mengaku rencananya hasil komoditi pala dari Maluku Utara juga akan diupayakan dapat diekspor dari Ambon. Apalagi dalam kunjungan Presiden Jokowi pekan kemarin sempat berdialog dan memberikan apresiasi kepada para eksportir dari sektor perikanan (BB-DIO)