BERITABETA.COM, Ambon — Walikota Ambon Richard Louhenapessy dinilai maksimal mendorong program vaksinasi Covid-19 kepada berbagai lapisan masyarakat di kota berjuluk 'Manise' itu.

"Saya memberi apresiasi kepada Walikota Ambon, yang telah mendorong warga kota untuk ikut vaksinasi covid-19 secara maksimal. Termasuk juga untuk aparat TNI dan Polri yang terus mendukung upaya pemerintah daerah guna mencegah penularan covid-19," ungkap Anggota DPRD Provinsi Maluku Edwin Adrian Huwae di Ambon, Selasa (11/01/2022).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan [PDI-Perjuangan] itu berujar, Kota Ambon sebagai episentrum untuk Provinsi Maluku yang mewadahi sebagian besar pergerakan orang, barang dan jasa. Seyongyanya dikelola dengan manajemen penanganan Covid-19 secara terukur dan sistematis.

"Dan ini telah dilakukan oleh walikota kita bung Ris Louhenapessy baserta seluruh aparatur Pemkot Ambon," ujar mantan Ketua DPRD Maluku itu.

Secara terpisah, Walikota Ambon Richard Louhenapessy memberikan apresiasi kepada Tenaga Kesehatan [Nakes] dan Satgas Covid-19 kota Ambon yang telah bekerja keras dalam pelaksanakan vaksinsasi Covid-19 bagi warga kota.

Menurutnya, dengan kerja keras tersebut, capaian vaksinasi kota Ambon saat ini cukup tinggi, bahkan telah melebihi ketentuan minimal 70 persen pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity). Sehingga Kota Ambon direkomendasikan oleh Pemerintah Pusat untuk melaksanakan Vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

“Satu-satunya kabupaten/kota se-Provinsi Maluku yang bisa laksanakan vaksin anak hanya kota Ambon. Itu berarti Nakes dan Satgas bekerja luar biasa. Indikatornya ada dua, vaksinasi tahap satu sudah lebih 70 persen, bahkan sekarang sudah 93 persen, indokator yang kedua vaksinasi lansia sudah 68 persen,” beber Walikota di sela-sela tinjauan vaksinasi anak di SD Kristen Urimessing, Selasa (11/01/2022).

Walikota Ambon dua periode itu menerangkan, vaksinasi anak usia 6-11 tanun itu tidak serta-merta dilaksanakan. Namun diawali dengan sosialisasi oleh Organisasi Perangkat Daerah [OPD] kepada orang tua siswa di desa/negeri dan kelurahan binaan masing-masing.

“Sebelum kegiatan ini diawali dengan sosialisasi kepada seluruh orang tua siswa usia 6-11 tahun, lewat pendekatan dari OPD pembina desa/negeri dan kelurahan, sehingga hari ini kita mulai action,” terangnya.

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah [DPD] Partai Golongan Karya [Golkar] Kota Ambon itu mengungkapkan, sebanyak 31.384 anak usia 6-11 tahun yang terdaftar untuk divaksinasi pada satuan pendidikan tingkat Sekolah Dasar [SD] di wilayah Kota Ambon.

“Vaksinasi ini tidak dilaksanakan sekaligus, tapi bertahap selama tiga hari. Diharapkan targetnya itu dapat kita kejar dalam jangka waktu tiga hari ini.” pungkasnya. (BB).

 

Editor : Redaksi