BERITABETA.COM, Ambon – Sebanyak 73 siswa peserta Ujian Nasional pada SMP Negeri 8 Ambon diyatakan telah siap untuk mengikuti Ujian Satuan Pendidikan (USP) di sekolah tersebut.

Persiapan menghadapi USP sudah dilakukan selama 4 bulan yakni dari bulan Januari sampai bulan April 2021 dengan belajar tambahan serta bimbingan belajar.

Demikian disampaikan Kepala SMP Negeri 8 Ambon Hans Maitimu, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (13/4/21).

Hans menjelaskan terkait dengan persiapan ujian satuan pendidikan SMP Negeri 8 Ambon untuk tahun pelajaran 2020/2021 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh MKKS SMP/MTS Kota Ambon.

Untuk ujian satuan pendidikan terdiri dari ujian praktek dan ujian tertulis yakni untuk praktek tanggal 19 sampai 23 April 2021 sedangkan ujian tertulis berlangsung dari tanggal 26 sampai 29 April 2021.

"SMP Negeri 8 Ambon telah siap baik siswa dan guru pengawas untuk melaksanakan UN dan juga sekolah kita juga bekerjasama dengan orang tua terkait dengan mengkondisikan anak untuk ujian yang dilakukan secara daring dan memastikan jaringan tetap tidak jaringan yang akan tetap stabil berharap seperti itu sehingga anak akan melaksanakan ujian dengan baik,"ungkapnya.

Selain itu, Hans mengatakan untuk mata pelajaran ujian praktek (PJOK) akan dilaksanakan secara daring sedangkan untuk SPK dan prakarya l akan dilaksanakan secara luring.

"Karena praktek PJOK anak harus melakukan praktek, tetapi akan langsung dinilai melalui Google Meets. Anak akan melakukan ujian misalnya melakukan salah satu kompetensi yang diminta, mungkin anak akan menunjukkan gerakan-gerakan tertentu terkait dengan kompetensi ujian yang diberikan,"katanya.

Hans menjelaskan ujian PJOK akan dilakukan pada Senin 19 April 2021. Selanjutnya hari Selasa dilanjutkan SPK, hari Rabu dilanjutkan dengan prakarya. Memang untuk rentang pelaksanaan waktu ujian, ditetapkan 19-23 April 2021 sehingga sekolah tetap mengkondisikan untuk ujiannya berlangsung paling tidak satu mata pelajaran 1 hari.

"Untuk guru pengawas tetap kita menggunakan guru pengawas dari satuan pendidikan di SMP Negeri 8 Ambon baik itu ujian yang dilakukan secara luring. Tetap akan ada pengawas yang akan memantau langsung anak dalam proses ujiannya, untuk guru akan melibatkan guru dari SMP Negeri 8 Ambon saja. Ujian kali ini berbeda dengan ujian tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan pengawas silang,"jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan MKKS Kota Ambon yang juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Telkomsel untuk pada waktu pelaksanaan ujian satuan pendidikan itu diharapkan dapat men-support dengan jaringan, mungkin saja jangan sampai ada jaringan yang tidak stabil. Dan juga MKKS akan berkoordinasi dengan PLN terkait dengan jaringan listrik, sehingga waktu anak dalam proses itu tidak akan mengalami kendala.

"Misalkan saja kalau karena satu dan lain hal dalam proses ujiannya itu terjadi masalah jaringan atau pemadaman listrik, maka akan dilakukan ujian susulan bisa dalam bentuk daring juga bisa dalam bentuk luring dilihat dari kondisi,"tegasnya.

Selain itu, Hans menambahkan SMPN 8 Ambon memiliki fasilitas ± 75 tablet dan tablet ini dibelanjakan oleh sekolah menggunakan dana BOS.

"Sekolah ini mendapat dana BOS afirmasi untuk pengadaan tablet dan BOS berfungsi sebagai antisipasi untuk proses-proses ujian nasional. Jadi misalkan ada anak yang mengalami kendala HP gangguan dan sebagainya kami dapat membantu anak tersebut,"ungkapnya.

Hans berharap orang tua secepatnya mengkonfirmasi jika anaknya tidak memiliki tablet, agar sekolah langsung bisa memfasilitasi dengan tablet untuk anak tetap bisa mengikuti proses ikut ujian. (BB-YP)