Presiden RI Jokowi menjamu sejumlah kepala daerah asal Papua dibawah pimpinan Gubernur Lucas Enambe. Mereka datang meminta seleksi PNS di Papua menggunakan sistem offline dan memprioritaskan anak daerah
Presiden RI Jokowi menjamu sejumlah kepala daerah asal Papua dibawah pimpinan Gubernur Lucas Enambe. Mereka datang meminta seleksi PNS di Papua menggunakan sistem offline dan memprioritaskan anak daerah

BERITABETA, Ambon – Beberapa anak muda asal Maluku menyampaikan sikap cemburu terhadap apa yang dialami generasi muda di Provinsi Papua.  Mereka menyampaikan rasa kecewa terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, lantaran tidak bisa meniru kebijakan yang ditempuh Pemprov Papua.

Apa sebabnya?.  Ini terkait kebijakan dan loby Pemprov Papua dalam menggolkan aturan seleksi CPNS di daerah tersebut dengan menggunakan sistem offline bukan online, bahkan mengutamakan anak Papua dalam prosesnya.

Ungkapan ini disampaikan salah satu netizen asal Maluku dalam sebuah status facebooknya, Minggu (7/10/18).

Anak Maluku dengan nama akun Donny Latupeirissa itu menulis status di dinding FB-nya berbunyi, “Kenapa Maluku tidak seperti Gubernur Papua yang ke Jakarta ketemu Presiden dan MenPAN- RB yang membawa serta para bupati/walikota se Papua memperjuangkan tes CPNS manual,?

Pertanyaan Donny yang menohok warga dunia maya ini, menuai reaksi yang begitu keras. Kebanyakan netizen asal Maluku, akhirnya membalasnya dengan sejumlah komentar sinis yang penuh kritik kepada Pemprov Maluku.

Akun Beby Priscillia Lahumeten mengomentari status itu dengan mengatakan,  filosofi orang Maluku itu seperti kepiting.

“Coba taruh beberapa ekor kepiting di dalam ember, ketika ada yang ingin naik pasti yang di bawah akan berusaha untuk menjatuhkannya. Akan begitu  seterusnya, akhirnya tidak  akan ada yang sampai ke puncak. Jadi siapa yang harus memperjuangx siapa,? tulis Beby penuh sinis.

Postingan Donny yang diungga berserta foto-foto pertemuan Presiden Jokowi dengan  Gubernur Papua, Lucas Enambe bersama sejumlah bupati dan walikota di istana negara itu, seakan menuai kekecewan yang makin dalam bagi anak Maluku.  Dalam sebuah foto tampak rombongan Gubernur Papua dijamu oleh Presiden RI dalam sebuah meja besar.

Salah satu akun FB bernama Sinta Maspaitelle bahkan menanggapi status Donny panjang lebar dengan membeber sejumlah kebijakan positi yang dilakukan Pemprov Papua.

“Beta anak Maluku yang tinggal di Papua. Saya mau bilang sangat iri degan cara kerja dari Pemprov Papua. Di Papua bukan saja soal CPNS yang mulai berpihak. Tapi dari pendidikan dasar,” tulis Sinta.

Menurut Sinta, kebijakan Pemprov Papua terkait dunia pendidikan pun sangat kuat dan berpihak kepada anak daerah.  Misalnya, untuk siswa SD, SMP, sampai SMA,  Pemprov Papua mampu memberikan beasiswa bukan saja  ketika siswa lulus dan mau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

“Pemprov Papua juga kasih dikasih biaya untuk kegiatan siswa les,  bukan saja biaya les, tapi biaya transport dan uang saku juga disiapkan,”tulis Sinta menjelaskan.

Selain itu, kata Sinta, Pemprov Papua juga memberikan beasiswa kepada siswa asal Papua untuk melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa bahkan sampai keluar negeri.

“Tidak heran jika sekarang ini orang asli Papua sudah banyak yang menyandang gelar doctor, pilot bahkan pilot asal Papua sudah ada yang membawa pesawat dari maskapai di Israel. Kita orang luar sekalipun pintar,  tapi bukan  orang asli Papua,  tunggu dulu,” lagi komentar Sinta.

Sinta berharap, Maluku perlu memberlakukan dan membangun konsep kesatuan suku yang ditarapkan di Papua.

“Saya bilang ini, karena saya sendiri alami. Bangga melihat persatuan suku di Papua saat ini. Sambil menghayal seandainya Maluku seperti ini, mungkin took-toko dan hotel-hotel di Maluku, tidak ada anak -negeri negeri yang menjadi office boy (OB) di sana,” bebernya menjelaskan kondisi anak Maluku di Papua.

Dia bahkan meminta, Pemprov Maluku harus memperhatikan anak-anak negeri. “Kasih sekolah setinggi-tingginya, selesai pulang bangun negri. Yang kurang diperbaiki yang masih lemah disokong. Maju sama-sama, laeng tongka laeng, agar Maluku bisa,” pinta Sinta panjang lebar (BB/DIO)