Foto Ilustrasi Logo BPS
Foto Ilustrasi Logo BPS

BERITABETA.COM, Ambon – Nilai impor Maluku turun terjadi Maret 2021 mengalami penurunan. Persentasenya mencapai 3,33 juta dolar Amerika Serikat alias turun sekitar 78,25 persen. Ini berbeda dengan medio Februari yang mencapai 15,30 juta dolar Amerika Serikat.

"Akumulasi (nilai impor Maluku) ini terhitung pada Januari - Maret 2021 mencapai 32,22 juta dolar Amerika Serikat atau naik 19,78 persen, dibanding periode yang sama yaitu tahun 2020," ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Asep Riyadi di Ambon, Selasa (11/05/2021).

Asep menyebut, pada Januari-Maret 2021 negara asal impor Maluku adalah Singapura dan Malaysia. Yang terbesar adalah Malaysia dengan nilai impor 22,33 juta dolar Amerika Serikat. Komoditi yang diimpor dari sektor minyak gas (migas).

Menurut Asep, seluruh impor komoditi Maluku pada Januari - Maret 2021 itu dilakukan melalui jalur pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Asep menjelaskan, untuk Nilai Cost Insurance Freight impor Maluku dalam Maret 2021 sebesar 3,33 juta dolar Amerika Serikat atau turun 78,25 persen.

Bila dibanding dengan nilai impor pada Februari 2021 lalu mencapai 15,30 juta dolar Amerika Serikat.

“Impor pada Maret termasuk Februari 2021 seluruhnya dari sektor migas. Migas yang diimpor (Maret 2021), berupa minyak ringan - preparatnya dan RON lainnya tidak dicampur dan minyak bahan bakar,” kata Asep.

Dia menyebut, volume impor Maluku medio Maret 2021 mencapai 5,61 ribu ton. Terjadi penurunan sekitar 80,72 persen jika dibanding Februari 2021.

Dia mengakumulasikan pada Januari hingga Maret 2021, volume impor Maluku mencapai 60,82 ribu ton (naik/meningkat) 23,91 persen.

Hal itu berbeda dengan periode yang sama yaitu tahun 2020. Dimana sumbangsi sector migas mendominasi aktifitas impor Maluku. “Karena seluruh seluruh kegiatan impor Maluku berasal dari sektor ini,” kata Asep. (BB/RED)