Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh

BERITABETA.COM, Jakarta - Kolaborasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, dan Badan Pusat Statistik (BPS) akan terus berlanjut demi mewujudkan soliditas pemerintah dalam menyediakan layanan satu data kependudukan Indonesia.

Pasca sukses melaksanakan Sensus Penduduk 2020 (SP-2020) dengan menggunakan data kependudukan Dukcapil Kemendagri, selanjuutnya atau tahun ini BPS kembali bergandengan tangan dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk melaksanakan SP2020 lanjutan yang dikemas melalui pendataan long form atau LF.

Hal ini disampaikan Ateng seusai bertemu Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh beserta jajaran di Jakarta, Senin (10/5/2021).

Menurut Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono, pihaknya juga ingin terus menginisiasi kerja sama pengembangan statistik hayati sesuai landasan Perpres Nomor 62 Tahun 2019.

"Survei dengan menggunakan kuesioner LF yang akan dilaksanakan pada September 2021. Long Form, artinya pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden jauh lengkap. Tujuannya adalah mengumpulkan data-data terkait parameter demografi (kelahiran, migrasi, dan kematian), pendidikan, disabilitas, ketenagakerjaan, perumahan, dan informasi penting lainnya," jelasnya.

Sementara itu Dirjen Dukcapil Zudan mengaku gembira dengan kolaborasi besar bersama BPS melakukan Sensus Sampel (Long Form SP2020) yakni sensus penduduk lanjutan berupa pendataan LF.

"ini menjadikan sinergitas Dukcapil yang lebih besar lagi dengan BPS. Kolaborasi kita melalui SP2020 sudah sangat luar biasa hasilnya. Dukcapil mendapatkan transfer data besar dari BPS. Hasil Sensus Sampel Long Form SP2020 ini nantinya akan menambah akurasi data kelahiran, permindahan penduduk, maupun angka kematian by name by address," kata Zudan.

Merujuk Perpres Nomor 62 Tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati, menurut Zudan, Adminduk sangat penting atau bagian dari catatan berbagai peristiwa dalam kehidupan setiap individu.

"Catatan tersebut menghadirkan dokumen kependudukan yang dibutuhkan setiap warga masyarakat untuk membangun identitas hukumnya. Dokumen ini sangat diperlukan untuk mengakses layanan penting seperti kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial," tutur Zudan.

Adapun data-data penting yang diperoleh dari layanan adminduk juga memungkinkan tersedianya data perkiraan populasi, serta statistik demografi yang diproduksi secara tepat waktu dan akurat.

"Hal ini berkontribusi pada perencanaan yang efektif, alokasi sumber daya yang efisien, serta monitoring dan evaluasi yang akurat," kata Zudan. (BB-RED)