Gubernur Maluku Murad Ismail didampingi Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, Ketua DPRD Provinsi Maluku Lucky Wattimuri, Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat membuka Kongres Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) ke-29 Tahun 2020, di Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Pniel Wayame Klasis Pulau Ambon Utara, Jln Ir M Putuhena, Ambon, Minggu, (25/10/2020).
Gubernur Maluku Murad Ismail didampingi Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, Ketua DPRD Provinsi Maluku Lucky Wattimuri, Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat membuka Kongres Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) ke-29 Tahun 2020, di Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Pniel Wayame Klasis Pulau Ambon Utara, Jln Ir M Putuhena, Ambon, Minggu, (25/10/2020).

BERITABETA.COM, Ambon – Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan tiga pesan berisi motivasi kepada pemuda gereja saat membuka dengan resmi Kongres Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) ke-29 Tahun 2020.

Pembukaan kongres ini ditandai dengan pemukulan tifa  dan berlangsung di Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Pniel Wayame Klasis Pulau Ambon Utara, Jln Ir M Putuhena, Ambon, Minggu, (25/10/2020).

Dalam kesempatan itu orang nomor satu di Maluku ini menyampaikan tiga pesan penting yang harus dimiliki pemuda gereja.

Pertama, pemuda gereja harus memiliki karakter keberanian. Artinya dari keberanian yang dimaksud adalah, berani mengatakan benar atau salah di lingkungan sosialnya dan dalam kemasyarakatan.

Sebab, kata Gubernur Maluku, akhir-akhir ini banyak bermunculan berita hoax. Maka, pemuda gereja harus memiliki mind set yang positif dan konstruktif sehingga berani mengatakan benar dan salahnya sesuatu hal yang terjadi.

Kedua, kejujuran. Pemuda geraja harus dapat mengerjakan hal-hal besar, dan  setia berlaku jujur terhadap hal-hal terkecil. Dan ketiga adalah keadilan. Keadilan, menurut Gubernur Maluku, akan sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan.

”Sulit sekali bagi seseorang untuk mempertahankan nilai keadilan ketika diperhadapkan dengan masalah kesejahteraan. Orang bisa saja mengorbankan keadilan demi memperoleh kesejahteraan. Disinilah peran penting pendidikan karakter dan moralitas agar AMGPM memahami hakikat keadilan,” tandas Gubernur Maluku.

Sebagai pemimpin daerah, lanjut Gubernur,  dirinya berharap Kongres AMGPM ini harus dimanfaatkan untuk memenuhi panggilan kristiani yang mampu melahirkan gerakan positif, kritis, inovatif dan kreatif dalam membangun karakter pemuda yang berkualitas.

“Inikan organisasi keagamaan. Boleh berpolitik tapi tidak politik praktislah. Maksudnya, vieuw untuk kegiatan agama dan pemuda AMGPM ini, saya berharap mereka harus miliki tiga karakter ini. Keberanian, kejujuran dan keadilan,” beber Murad Ismail.

Menurutnya, tiga hal ini bila dimiliki  sebagai karakter,  berarti Maluku pasti luar biasa melesat kedepan. Dan generasi muda ini bisa memilah antara hal baik atau tidak baik, berani mengatakan yang benar itu benar, salah itu salah.

“Itu yang harus dituntut oleh kita orang beragama,” katanya.

Dalam kongres yang bertemakan “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang dan Kerjakanlah Keselamatanmu” ini, mantan Dankor Brimob ini memberitahukan, bila tema tersebut memberi syarat bahwa AMGPM sangat optimis dan siap menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

“Dalam pandangan saya, untuk dapat mengimplementasikan tema tersebut, maka AMGPM harus memiliki tiga karakter tadi. Saya juga akan menyampaikan kepada pemuda Islam (Organisasi Islam) untuk memiliki tiga karakter ini,” tandasnya.

Dikatakan, agenda kongres lima tahunan ini, menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perjalanan AMGPM. Sebab, kongres ini merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan secara organisasi.

Atas dasar itu, dirinya memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang melaksanakan kongres ini secara virtual dan menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19.

“Moto AMGPM menjadi Terang dan Garam Dunia adalah panggilan suci sekaligus amanah dari Tuhan. Konsekuensinya, AMGPM harus dapat beradaptasi dengan lingkungan. Sebab menjadi Garam berarti Memberi Cita Rasa dan menjadi Terang berarti memberi Cahaya Penuntun,” lanjutnya.

Gubernur menambahkan, AMGPM haruslah cerdas, memahami lingkungan sosialnya yang terus berubah. Pemuda Gereja juga harus proaktif, terlibat dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat agar mampu memberi warna tersendiri dalam bingkai hidup persaudaraan.

Kongres ke-29 AMGPM di Jemaat GPM ini akan berlangsung hari ini hingga tanggal 28 Oktober 2020. Kongres dilangsungkan secara virtual diikuti kurang lebih 300 orang dari 34 daerah yang ada di Maluku dan Maluku Utara, dengan mengutamakan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

Dalam Kongres pemilihan Ketua Umum, Sekertaris serta Pengurus Besar AMGPM ini, peserta dibagi menjadi tujuh spot utama selain Gereja Pniel Wayame sebagai sentral pembukaan kongres, yakni Gereja Eirene  (Souhoru) dan Gereja Bethesda  (Hative Besar), Gereja Ebenhaezer (Rumah Tiga), dan Fajar Hidup  (Rumah Tiga), Gereja Bethesda  (Poka), dan Gereja Sejahtera (Poka).

Kongres ini dihadiri Wakil Gubernur Maluku Barnabas Natanhiel Orno, Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang, Karo Humas dan Protokol Setda Maluku Melky Lohy dan Forkopimda lingkup provinsi, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Sekwan DPRD Maluku Boedewin Wattimena, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Rektor Unpatti Ambon Dr. Marthinus J. Saptenno dan tamu undangan lainnya (BB-YP)