Jalan lintas Pulau Seram yang dibeton warga Desa Hualoy sebagai bentuk protes kepada pihak aparat keamanan atas penanganan insiden pembunuhan terhadap  warga Hualoy, Syamsul Lussy (35), Sabtu (4/5/2019).
Jalan lintas Pulau Seram yang dibeton warga Desa Hualoy sebagai bentuk protes kepada pihak aparat keamanan atas penanganan insiden pembunuhan terhadap warga Hualoy, Syamsul Lussy (35), Sabtu (4/5/2019).

BERITABETA.COM, Ambon – Jalan  lintas Pulau Seram yang menghubungkan  Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ke Kabupaten Maluku Tengah (Mateng) dan Kabupaten Seram Bagian Timur  (SBT) lumpuh total, akibat diblokir warga.

Pemblokiran ruas jalan lintas Pulau Seram ini, dilakukan Warga Desa Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB, Minggu (5/5/2019) sebagai bentuk protes menyusul terjadinya insiden pembunuhan sadis  yang dilakukan sekelompok warga Desa Latu terhadap warga warga Hualoy, Syamsul Lussy (35), Sabtu (4/5/2019).

Warga Desa Hualoy melanyangkan protes, meminta kepada aparat kepolisian dan TNI, agar segera menangkap para pelaku pembunuhan dalam waktu 1×24 jam.  Warga setempat mengancam, bila para pelaku  tidak diamankan, maka pemblokiran  jalan lintas Seram tidak akan dibuka.

Sejumlah kendaraan roda empat dari arah Kabupaten Maluku Tengah yang terpaksa berheti, karena jalan diblokir wraga Desa Hualaoy (FOTO: ISTIMEWA)

Mereka juga meminta agar Kapolda Maluku dan Pangdam XVI Pattimura untuk langsung melihat masalah ini. Mereka menilai, masalah sudah tidak bisa ditangani oleh Polres SBB.

Menurut warga, saat kejadian pembunuhan warga Hualoy di Kota Ambon belum lama ini, juga pelakunya belum ditangkap.  “Pihak kepolisian sudah mengkantongi identitas para pelaku. Namun, tidak ada hasilnya sampai sekarang. Para pelaku masih bebas berkeliaran,” ungkap kakak korban Wahab Lussy.

Begitupun,  para pelaku yang membantai Samsul Lussy, juga masih bebas berkeliaran di Desa Latu.

Terhadap pembantaian Samsul Lussy, Kapolres SBB, AKBP Agus S, dan seluruh jajarannya telah melihat secara langsung jasad korban di RS Kairatu. Kapolres SBB juga bertindak membantu proses pemulangan jasad korban dari Kairatu ke Desa Hualoy tadi malam.

Seluruh warga Hualoy juga mendesak  Kapolda Maluku untuk memproses petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyaraka (Bhabikamtibmas) Desa Latu, Brigpol Awaludin Musa, karena  diduga membiarkan para pelaku untuk menganiaya korban di lokasi kejadian.

“Polisi dia pake (pakai) senjata tapi dia diam saja. Dia kasih kaluar tembakan satu kali, saat korban  terjatuh di atas aspal. Saat itu, semua pelaku sudah melarikan diri, baru polisi kasih keluar tembakan,” turur Istri Korban Fatma Sia dan adik kandung korban Rakiba Lussy, mengenang insiden tragis itu.

Insiden yang menimbulkan korban jiwa Samsul Lussy terjadi  di hutan Latu, setelah nahas dalam kecelakaan dengan spead boat, saat melintas dari arah Tulehu, Pulau Ambon, menuju Desa Hualoy, Pulau Seram, pada Sabtu, 4 Mei 2019.

Korban baru saja dimakamkan siang ini. Sebelumnya, jasad korban sempat dilarikan ke RS Kairatu untuk diperiksa secara medis, di RS Kairatu . Kemudian sekitar Pukul 22.00 Wit, korban dipindahkan ke Polsek Kairatu, untuk mengkoordinasikan pemulangan jenazah ke kediamannya di Desa  Hualoy.

Tepat pada Pukul 22.30 WIT, jenazah korban dijemput dengan mobil dam truk milik TNI 711, yang dikawal ketat oleh puluhan aparat TNI dan Polri. Korban dipulangkan ke rumah duka.  “Korban dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Hualoy. Sementara ruas jalan yang sudah dibeton, belum bisa dibuka, “ jelas kakak kandung korban, Wahab Lussy. (BB-DIO)