Diguyur Hujan Selama Dua Hari, Dua Jembatan di SBT Ambruk

BERITABETA.COM, Bula — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sejak kemarin mengakibatkan dua jembatan di Desa Dawang Kecamatan Teluk Waru ambruk.
Jembatan darurat Wai Dawang yang sebelumnya ambruk dan diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum (PU) SBT dan PT. Cahaya Mas Perkasa (CMP) pada April 2021 lalu ikut tersapu rata akibat luapan air sungai tersebut.
Selain jembatan darurat itu, jembatan parmanen yang jaraknya tidak jauh dari jembatan Wai Dawang juga ikut amblas. Akibatnya akses dari Kota Bula Ibukota Kabupaten SBT ke sejumlah kecamatan terhenti.
Salah satu warga SBT, Fadli Ernas yang sementara melakukan perjalanan dari Kota Bula tujuan Desa Administratif Aruan Kecamatan Siritaun Wida Timur akhirnya terhambat. Dia memilih kembali ke Kota Bula.
"Kejadiannya baru, Beta (saya) barusan dari Dawang antar penumpang ke Aruan tapi tidak bisa lewat, Jembatan patah" kata Fadli Ernas kepada beribeta.com, Minggu (4/7/2021)
Menanggapi hal itu, anggota Komisi C DPRD SBT Abdul Gafar Wara-Wara meminta langkah cepat Pemerintah Daerah (Pemda) SBT lewat dinas terkait untuk menghubungkan kembali akses antar beberapa kecamatan.
"Ini bukan hal baru, pada beberapa waktu lalu jembatan ini juga ambruk dan menghambat akses masyarakat. Olehnya itu Dinas terkait segera turun ke lokasi untuk menanganinya" ungkap Gafar
Dia juga membeberkan, belakangan ini terjadi bencana alam di mana-mana. Kendati terjadi hujan deras dalam sepekan ini mengguyur SBT namun dia menilai BPBD SBT terkesan santai.
Menurutnya, dalam situasi cuaca ektrim semacam ini BPBD harus aktif memantau dan mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi bencana yang setiap saat mengancam warga.
"Musim hujan ini bencana di mana-mana, tapi BPBD kelihatannya santai saja. Padahal harusnya BPBD aktif memantau situasi dan menghinbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana" tandasnya (*)
Pewarta : Azis Zubaidi