BERITABETA.COM, Ambon – Baru tadi siang pemerintah merilis data yang menyebutkan coronavirus desiase (Covid-19) telah tersebar ke 33 provinsi di Indonesia. Hanya Gorontalo yang masih terbebas dari virus corona. Ternyata, malam ini Provinsi Gorontalo juga jebol dengan ditemukannya satu warga positif Covid-19.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di rumah dinasnya, Kamis malam (9/4/2020) pukul 22.15 WITA, mengumumkan secara resmi terdapat 1 warga Gorontalo positif terjangkit Covid-19.

Seperti dikutip dari antaranews.com menyebutkan,  orang yang positif Covid-19 itu adalah warga Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Dengan adanya kasus baru tersebut, Gorontalo bukan lagi satu-satunya daerah yang negatif Covid-19. Saat ini, 34 Provinsi di Indonesia sudah tertular virus Corona. Pasien positif 01 Gorontalo diketahui merupakan Jemaah Tabligh yang mengikuti acara keagamaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan beberapa pekan lalu.  Pasien 01 itu sebelumnya sudah dinyatakan positif berdasarkan rapid test, Senin 6 April kemarin.

Menurut gubernur, Pasien 01 sudah diisolasi di rumahnya dengan pengawasan instansi terkait.

“Kami sudah cukup berusaha agar tidak ada penularan, tapi kondisi ini sudah terjadi. Kami meminta warga untuk menjalankan semua himbauan pemerintah saat ini,” kata Rusli.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan adanya kasus baru pasien corona sebanyak 337, per data Kamis ini pukul 12.00 WIB. Jumlah temuan kasus baru corona setelah dilakukan pemeriksaan melalui metode PCR.

“Terdapat penambahan kasus baru sebanyak 337,” kata Yurianto dalam jumpa pers di Gedung Graha BNPB Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Ia mengumumkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi teranyar yang ditemukan kasus corona. Sebanyak satu orang terinfeksi corona di NTT per Kamis 9 April 2020.

Sementara itu, data nasional menunjukkan kasus corona sudah mencapai 3.293. Lebih dari setengah kasus corona itu ditemukan di Jakarta yakni 1.706.

Secara umum, kasus corona di Indonesia paling banyak ditemukan di dataran Jawa. Misalnya di Jawa Barat yang ditemukan 376 kasus, Jawa Timur sebanyak 223 kasus, Banten sebanyak 218 kasus, Jawa Tengah 144 kasus.

Atas penambahan kasus baru itu, Yurianto menyatakan bahwa, masih adanya proses penularan yang terjadi di tengah masyarakat. Sebab itu, warga diminta untuk disiplin dalam mengikuti anjuran dari pemerintah.

“Gambaran ini sangat menyedihkan untuk kami, karena kami tahu bahwa ada penularan di tengah masyarakat,” tutur Yurianto (BB-DIP)