Ilustrasi : Orang gemuk berolaraga
Ilustrasi : Orang gemuk berolaraga

BERITABETA.COM – Rumor gemuk tapi sehat yang menjadi anggapan selama ini, terpatahkan oleh sebuah penelitian dari the European Society of Cardiology.

Penelitian itu mengungkap jika tidak mungkin orang gemuk dan sehat dalam waktu bersamaan. Gaya hidup aktif tidaklah cukup untuk mengurangi risiko kesehatan yang muncul dari obesitas.

Paling tidak risiko yang berkaitan dengan kesehatan jantung, yang membuat banyak orang mengalami risiko terkena penyakit kronis.

The European Society of Cardiology menemukan jika kelebihan lemak tubuh membuat jantung dalam bahaya. Olahraga tidak bisa mencegah hal ini. Temuan itu menelusuri beberapa penelitian sebelumnya yang menyatakan jika olahraga bisa menolong mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas untuk menghindari komplikasi kesehatan jantung.

Penelitian baru ini ingin mengklarifikasi kebenarannya dengan menganalisa data lebih dari 527.000 orang dewasa di Spanyol. Dari total peserta, 32 persena adalah wanita, usia rata-rata seluruh peserta adalah 42 tahun. Sebanyak 42 persen memiliki berat badan normal, sedangkan 41 persen tergolong kelebihan berat badan dan 18 persen masuk ke dalam kriteria obesitas.

Data juga menunjukkan lebih dari 63 persen peserta penelitian memiliki gaya hidup pasif. Sebanyak 24,2 persen memiliki gaya hidup reguler dan 12,3 persen digolongkan aktif tapi tidak cukup.

Studi ini mengungkap lebih banyak data. Sebanyak 15 persen partisipan memiliki tekanan darah tinggi, 30 persen memiliki tingkat kolesterol tinggi dan 3 persen didiagnosa dengan diabetes.

Berita baiknya, para peneliti menemukan aktivitas dalam level apapun bisa menurunkan risiko terkena tiga kondisi di atas tanpa terpengaruh dengan IMT (Indeks Massa Tubuh), tulis Slashgear, Jumat (22/1/2021).

Tapi mereka juga mengungkap jika partisipan yang kelebihan berat badan atau obesitas mengalami risiko masalah jantung yang lebih besar dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.

Jadi mereka yang kelebihan berat badan sekalipun aktif berolahraga tetap memiliki risiko yang tinggi terkena masalah kardiovaskular.

Studi itu mengungkap mereka yang obesitas memiliki risiko terkenal kolesterol tinggi 2 kali lebih tinggi dibanding mereka yang berberat badan normal sekalipun tidak aktif.

Pemimpin penelitian, Dr. Alejandro Lucia menegaskan, orang dewasa yang obesitas sekalipun rajin berolahraga memiliki risiko empat kali lebih tinggi terkena diabetes dan lima kali lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang berberat badan normal yang tidak aktif.

“Seseorang tidak bisa gemuk tapi sehat. Ini adalah analisa pertama berskala nasional yang menunjukkan seseorang yang aktif secara teratur tidak bisa menghilangkan efek merugikan dari kelebihan lemak tubuh terhadap kesehatan. Penemuan kami membantah anggapan jika gaya hidup yang aktif bisa menghilangkan efek merugikan dari berat badan berlebih dan obesitas,” tulis Dr. Alejandro Lucia (BB-DIP)