BERITABETA.COM – Banyak kisah yang diabadikan warganet di Maluku pascagempa berkekuatan 6,5 magnitude melanda Pulau Ambon dan sekitaranya. Baik kisah sedih yang menimpa korban gempa bumi dan juga peristiwa yang terjadi secara spontan, kemudian menjadi viral di media sosial.

Salah satunya yang dilakukan Dory Latuheru (39). Ibu tiga anak ini mendadak menjadi viral dengan videonya yang diunggah di media sosial facebook. Dalam video itu, Dory terekam melantunkan lagu berjudul ‘Selow’ yang hits dibawakan Wahyu Ramdani.

Uniknya, Dory bernyanyi di dalam tenda pengungsian Dusun Wainusalaut, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Maluku dengan menganti lirik lagu ‘Selow’, sehingga bermakna mengkritisi kebijakan pemerintah terhadap penanganan warga korban gempa bumi di Pulau Ambon dan sekitarnya.

“Sudah biasa kami ditinggalkan diacuhkan dan dicampakkan oleh semua pemerintah,” inilah panggalan lirik Selow yang dirubah secara spontan oleh Dory.

Kepada beritabeta.com, Kamis malam (17/10/2019) Dory mengaku apa yang dilakukan merupakan reaksi spontan dan bentuk ekspresi dalam dirinya, terhadap  apa yang dialami warga di lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya harus jujur, ide bernyanyi ini datang secara spontan. Dan lirik lagunya pun saya ganti saat bernyanyi, karena memang ini mewakili kata hati kami warga pengungsi di dusun ini,” ungkap istri dari Welmi Latuheru itu.

Ibu kelahiran 9 Juni 1981 ini, mengaku banyak mengikuti perkembangan informasi terkait penanganan korban gempa bumi di Pulau Ambon dan sekitarnya, termasuk  pernyataan dari Menkoplhukam Wiranto terkait pengungsi Maluku yang mejadi viral.

Dari sejumlah kesenjangan yang dirasakan itu, ibu dari Fera Latuheru ini kemudian mencoba berbuat sesuatu yang sifatnya menghibur tapi juga sekaligus menyampaikan kritik atas apa yang dirasakan warga di dusun mereka.

“Kami disini belum pernah menerima bantuan satu pun dari pemerintah. Banyak yang datang membantu kami, tapi itu banyak dari komunitas, Klasis GPM dan juga dari sejumlah pihak,” akuinya.

Menurut Dory, video yang tersebar luas itu dibuat pada tanggal 6 Oktober 2019 lalu. Tanpa sengaja, saat berada di tenda pengungsian, dirinya kemudian mendengar anak-anak bernyanyi lagu ‘Selow’. Secara spontan, Dory kemudian bernyanyi lagu yang sama tapi liriknya diganti.  Aksinya kemudian direkam oleh sepupunya Lenda Latumaerissa yang saat itu berada di sampingnya.

“Kebetulan saat itu ada oma Uli Latumairissa yang tidur di dalam tenda, makanya videonya terlihat cukup menyentuh. Saya mencoba bernyanyi agar warga merasa terhibur,” tandasnya.

Dalam video yang diunggah itu, juga tampak Dory sedang makan sagu (pangan lokal), ditambah ekpresinya yang bagus sehingga mengundang banyak perhatian warganet.

Lebih jauh Dory mengungkapkan, banyak hal yang melatari pikirannya. Bukan saja soal warga yang ada di dusun tempat tinggalnya  yang hanya berjumlah 68 kepala keluarga (KK) itu. Tapi lebih dari itu, Dory mengaku masih banyak warga yang terkena korban gempa bumi yang mungkin bernasib kurang baik.

“Saya ingat banyak keluarga yang ada di Kecematan Pulau Haruku, seperti di Negeri Oma dan sekitarnya. Pastinya mereka juga belum tersentuh bantuan secara maksimal,” ungkapnya.

Menurut Dory, video yang dipublish ke sejumah media sosial itu, kini membuat sejumlah warga ikut sedang. Mereka terhibur dan memintanya kembali membuat video serupa. Sampai hari ini sudah ada lima video dirinya  yang diunggah ke facebook.

“Banyak yang meminta saya untuk mengunggah video serupa. Mereka mengaku terhibur, karena apa yang saya lakukan bisa menjadi bagian dari menghilangkan rasa trauma akan gempa bumi yang masih saja terjadi,” katanya.

Dory bersama keluarnya hingga kini masih berada di tenda pengungsian yang jaraknya hanya 100 meter dari rumahnya. Bersama puluhan KK di dusun itu, mereka terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka dan menetap di tenda pengungsian yang ada di bukit bagian belakang perkampungan.

“Anak-anak belum mau pulang. Mereka masih trauma, apalagi tadi juga masih ada gempa susulan. Makanya kami memilih berada disini setiap saat, hanya pulang ke rumah sebentar bila mau mandi dan mengambil sesuatu di rumah. Jadi  nanti saja bila  semuanya benar-benar aman baru kami pulang,” ungkapnya. (BB-DIO)