Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu Leleury, saat menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Tahun 2020 kepada wakil Ketua DPRD Malteng di Ruang Rapat Utama DPRD Malteng, Selasa (06/04/2021).
Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu Leleury, saat menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Tahun 2020 kepada wakil Ketua DPRD Malteng di Ruang Rapat Utama DPRD Malteng, Selasa (06/04/2021).

BERITABETA-COM, Masohi -  Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) disebut berada di posisi yang cukup bergeliat dari sisi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan juga penurunan tingkat kemiskinan di Provinsi Maluku.

IPM Malteng berada di posisi kedua tertinggi, setelah Kota Ambon untuk Provinsi Maluku. Sedangkan tingkat kemiskinan juga menurun sebesar 0,28.

Penjelasan ini disampaikan Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu Leleury, dalam Rapat Paripurna  Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Tahun 2020 yang berlangsung di Ruang Rapat Utama DPRD Malteng, Selasa (06/04/2021).

Leleury menjelaskan,  sektor pendidikan dan kesehatan menunjukkan kinerja yang baik, sebagaimana tercermin  dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Malteng dari 70,60 persen pada tahun 2018 meningkat menjadi 71,25 persen pada tahun 2019.

“Pada tahun 2020 IPM Malteng masih bertahan pada posisi 71,25 persen dan dalam kondisi pandemi Covid-19 IPM Maluku Tengah bahkan berada di posisi tertinggi kedua di Propinsi Maluku setelah kota Ambon,”ungkap Leleury.

Sedangkan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Malteng juga mengalami penurunan dari 20,11 persen pada tahun 2018, menjadi 20,04 persen pada tahun 2019 dan menurun menjadi 19,83 persen pada tahun 2020, ujarnya.

Meski demikian, Wakil Bupati Malteng dua periode ini mengakui, akibat dari dampak pandemi Covid-19 telah menyebabkan resesi ekonomi di seluruh Indonesia dan berdampak pada menurunnya pertumbuhan ekonomi.

“Propinsi Maluku mengalami penurunan sebesar 0,92 persen, sementara Kabupaten Maluku Tengah dengan berbagai upaya kita bersama, menjaga penurunan pertumbuhan ekonomi tidak terlalu besar, atau sebesar 0,4 persen,”tutur Leleury.

Leleury membeberkan, arah kebijakan pembangunan daerah Malteng diprioritaskan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan keluarga sejahtera, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, serta pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan.