BERITABETA.COM, Ambon — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk terus memperbaiki dan memperbarui pengimputan data Covid-19.

Pasalnya, dia menemukan adanya lonjakan kasus penularan di sejumlah daerah di Indonesia, akibat dari terinputnya data-data lama pada satuan gugus tugas (Satgas) setempat.

"Mohon betul-betul dipelototi data, karena data yang kita temukan di beberapa daerah, data kasus positif atau data yang konfirmasi ternyata banyak yang di-upload (diunggah) data-data yang sudah lama," kata Tito dalam keterangan pers yang diterima beritabeta.com, Minggu (5/9/2021).

Tito menjelaskan dari data yang diperoleh, terungkap sejumlah temuan di salah satu daerah yang memiliki angka kematian atau fatality rate yang melonjak tajam.

Apesnya, setelah ditelusuri, angka tersebut merupakan akumulasi angka kematian dari minggu-minggu sebelumnya.

"Setelah kita lihat, pelototin, ternyata angka kematiannya akumulasi dari beberapa minggu sebelumnya, bukan yang riil minggu itu," bebernya

Untuk itu, dia meminta agar setiap Pemda melakukan rapat koordinasi dan evaluasi mengenai sistem penginputan data Covid-19 di daerah masing-masing.

Input data itu lanjut dia, akan sangat menentukan arah kebijakan pemerintah dalam pengendalian pandemi ke depannya. Salah satunya dalam menentukan penerapan level kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan zona wilayahnya.

"Kalau dimasukkan data yang lama, nanti pengambilan kebijakannya salah, jumlah kasus aktif dimasukin yang 3-4 minggu lalu itu membuat kasus aktif banyak, sehingga akhirnya mau ditarik ke isoter (isolasi terpusat) semua, padahal mungkin jumlahnya tidak segitu," pungkasnya (*)

Editor : Redaksi